Tips Bagaimana Memperkecil Risiko Dalam Kegagalan Budidaya Lele

Tips Bagaimana Memperkecil Risiko Dalam Kegagalan Budidaya Lele
5 (100%) 1 vote

Tips Bagaimana Memperkecil Risiko Dalam Kegagalan Budidaya Lele

Tips Bagaimana Memperkecil Risiko Dalam Kegagalan Budidaya Lele – Budidaya lele terbilang sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang. Dalam budidaya ikan lokal yang digemari masyarakat setempat perlu diutamakan.

Jika tujuan kegiatannya ialah untuk meningkatkan produksi makanan serta meningkatkan gizi masyarakat di daerah tersebut. Dan oleh karena itu, informasi tentang biologi umum ikan lokal yang akan dibudidayakan merupakan data awal yang diperlukan dalam perencanaan.

Dalam hal ini berikit beberapa faktor yang berpotensi memunculkan kegagalan dalam budidaya lele dengan sistem probiotik organik yaitu:

Terjangkit Penyakit Mengenai Ukuran Bibit

Sebenarnya mengajurkan untuk menggunakan bibit berukuran 9-12 cm, jika menggunakan lele berukuran 5-7 cm, kualitasnya belum dapat terlihat bibit apakah baru dapat dilihat secara fisik setelah berukuran 9-12 cm, namun penggunaan bibit berukuran 5-7 cm tidak dilarang.

Dan selain itu pilih bibit yang berasal dari indukan yang dikawinkan menggunakan teknik pemijahan atau perkawinan alami sehingga benih yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Tips Bagaimana Memperkecil Risiko Dalam Kegagalan Budidaya Lele

Media Sarana Yang Tidak Menunjang

Dalam hal ini berbagai sarana harus mendukung pertumbuhan lele, seperti ukuran kolam dan kondisi kolam “terlalu terlalu besar”.

Rentan Terhadap Gangguan

Gangguan bisa bermacam-macam seperti gangguan dari binatang “katak, ular” dan gangguan adanya pohon yang menghalangi kolam yang sehingga menyebabkan kolam tersebut terlalu teduh serta kebutuhan sinar matahari tidak terpenuhi.

Baca Juga :  Budidaya Lele Organik “Back To Nature”

Human Bermasalah Atau Error

Budidaya menggunakan sistem probiotik organik harus dilakukan sepenuh hati dan tidak bisa “setengah-setengah” pada praktiknya sebaiknya minimum ada dua orang yang benar-benar, memperhatikan keadaan kolam, ikan dan faktor pendukung budidaya lainnya.

Hal ini untuk mencegah adanya gangguan atau kerusakan yang tiba-tiba terjadi didalam sistem budidaya secara probiotik organik, misalnya ada benda asing yang masuk ke dalam kolam sehingga dapat mencemari kolam dan hal tersebut harus segera diatasi.

Selain itu, mereka juga sebaiknya memperhatikan perkembangan ikan, terutama masalah kekanibalan lele, kualitas jaring atau seser untuk penyisiran, serta cara penyisiran yang baik agar tidak melukai lele.

Menajemen Budidaya

Terpenuhinya pakan, air dan bibit yang baik harus ditunjangi oleh manajemen budidaya yang baik pula sehingga usaha ini mendatangkan keuntungan, manajemen budidaya seperti pemberian, pakan, pemeliharaan kondisi air, serta pemeliharaan lainnhya selama budidaya berlangsung diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan budidaya.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Tips Bagaimana Memperkecil Risiko Dalam Kegagalan Budidaya Lele dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya.

Baca Juga:

/* */