Ternyata Inilah Cara, Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah

Posted on
Ternyata Inilah Cara, Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah
5 (100%) 1 vote

Ternyata Inilah Cara, Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah

Ternyata Inilah Cara, Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah – Tanaman Padi merupakan jenis tanaman pangan penghasil beras sebagai makanan pokok orang Indonesia. Tergolong kedalam jenis rumput-rumputan (Poaceae) sebagai tanaman terpenting ke-5 (lima) setelah jagung, telah ada 100-800 SM di Hastinapura Uttar Pradesh, India. Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain.

Panen Padi merupakan kegiatan akhir dari setiap budidaya dan permulaan dilakukan penanganan pascapenen. Bertujuan mendapatkan hasil gabah pada tingkat kematangan optimal,mencegah kerusakan  dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Tanaman padi siap untuk dipanen apabila 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga), bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau, kadar air gabah 21-26 %, butir hijau rendah.

Ternyata Inilah Cara, Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah

Cara Meningkatkan Hasil Panen Padi

Tanaman padi teramat penting dalam penunjang kebutuhan hidup sehari-hari dan perekonomian petani dalam mencapai kesejahteraan hidup. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan hasil panen padi sawah antara lain; pengunaan benih bermutu,penentuan jarak tanam (sistem tanam),pemeliharaan tanaman (pemupukan,pengendalian HPT ) serta penanganann pascapanen yang baik.

Penggunaan Benih Bermutu

Salah satu faktor kunci keberhasilan dalam pembudidayaan tanaman padi adalah mengunakan benih padi yang bermutu tinggi, mampu beradaptasi dan berproduktivitas hasil panen tinggi. Terdapat berbagai varietas benih bermutu antara lain varietas Mekongga, Mira 1, Batang Gadis, Ciherang, Cigeulis, Ciliwung, Cibogo dan Bondoyudo.

Baca Juga :   Cara Budidaya Ikan Sidat Dengan Keuntungan Berlipat

Cara sederhana dalam memilih benih padi bermutu dapat dilakukan dengan cara yang cukup sederhana yaitu dengan merendam benih dalam larutan garam dengan menggunakan indikator telur. Letakkan telur didasar air dan masukkan garam hingga telur terangkat dipermukaan, selanjutnya telur diambil dan benih dimasukkan ke dalam air garam selanjutnya benih yang mengambang dibuang. Keuntungan dalam mengunakan benih padi bermutu antara lain; benih memiliki pertumbuhan yang cepat serta seragam, bibit mampu tegar dan sehat saat di semaikan,memasuki fase tanam bibit mampu tumbuh lebih cepat dan menghasilkan produktivitas hasil yang tinggi.

Sistem Tanam

Merupakan upaya pengaturan jarak tanam dengan mengunakan sistem tanam,berfungsi meningkatkan jumlah populasi tanaman padi dilahan persawahan. Umumnya petani mengunakan sistem tanam jajar legowo yang terbukti dapat meningkatkan hasil panen padi per hektarnya.

Keuntungan Jajar Legowo:

  • Semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggiryang biasanya memberi hasil lebih tinggi
  • Lebih mudah untuk mengendalikan hama, penyakit & gulma
  • Pada tahap awal areal pertanaman lebih terang sehingga kurang disenangi tikus
  • Menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpul keong emas atau mina padi
  • Penggunaan pupuk lebih berdaya guna

Pemeliharaan Tanaman Padi

Merupakan bagian terpenting dalam setiap kegiatan pembudidayaan dan upaya meningkatkan hasil panen padi antara lain; pengunaan pupuk yang berimbang,pengendalian gulma dan HPT,penanganan panen dan pasca panen.

Pemupukan Berimbang

Merupakan kegiatan pemberian berbagai unsur hara baik makro dan mikro dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan Tingkat hasil yang ingin dicapai dan keterkecukupan unsur hara dalam tanah.Perlu sahabat pertanian ketahui bahwa untuk menghasilkan tiap ton gabah tanaman padi membutuhkan pasokan unsur hara Nitrogen (N) sebanyak 17,5 kg , Posfor (P)sebanyak 3 kg dan Kalium (K) sebanyak 17 kg. Dengan demikian untuk mendapatkan hasil produksi gabah tinggi,sudah tentu dan pasti sangat dibutuhkan pupuk yang lebih banyak, Akan tetapi pemupukan bukan salah cara penentuan keberhasilan tanaman padi juga masih tetap memperhatikan daya dukung lingkungan setempat dengan melihat produktivitas padi pada tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu,supaya pemberian pupuk efektif dan efisien, penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah.

Baca Juga :   Siklus Panen Padi (Oryza sativa) Secara Baik Dan Benar

Penyiangan

Bertujuan untuk mengendalikan tingkat pertumbuhan gulma sebagai pesaing tanaman utama dalam mengambil unsur hara tanaman. Pengendalian cukup dilakukan dengan cara mencabut rumput yang dua kali saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan cangkul kecil.

Hama Dan Penyakit Tanaman Padi

Hama lain yang sering menyerang adalah  hama putih,  thrips, wereng, walang sangit, kepik hijau,  penggerek batang padi, tikus , dan burung. Sementara itu penyakitnya adalah penyakit bercak daun coklat, penyakit blast, Busuk pelepah daun, fusarium, penyakit kresek atau hawar daun dan penyakit tungro.

Penanganan Panen Padi

Adapun penanganan panen padi yang diantaranya yaitu:

Panen Padi

Merupakan kegiatan akhir dari setiap budidaya dan permulaan dilakukan penanganan pascapenen. Bertujuan mendapatkan hasil gabah pada tingkat kematangan optimal,mencegah kerusakan  dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Penentuan waktu dan cara panen padi yang tepat akan memberikan keuntungan dengan hasil gabah memuaskan,dalam menghasilkan gabah dan beras berkualitas baik serta meminimalisir kehilangan hasil gabah.

Penentuan Waktu Panen

Seperti kita ketahui bersama bahwa penentuan waktu panen yang kurang tepat akan menurunkan kualitas mutu gabah dan beras. Terdapat beberapa cara dalam menentukan waktu panen antara lain:

  • Diskripsi varietas padi, umur  panen padi yang  tepat dilakukan 30  sampai  35  hari  setelah berbunga merata atau  135  sampai  145  hari  setelah  tanam.
  • Kadar air gabah telah mencapai 22 –  23  %  pada musim kemarau , dan  kadar air 24 – 26  %  di musim  penghujan
  • Pengamatan Visual dilakukan dengan cara mengamati serta melihat kenampakan padi pada hamparan sawah. Panen akan optimal bila 90-95 %  butir  gabah  pada malai padi sudah berwarna  kuning atau kuning  keemasan.
  • Pengamatan Teoritis dilakukan dengan cara mengamati serta melihat jenis varietas  padi  dan mengukur  kadar  air  dengan Moisture tester.
Baca Juga :   Cara Budidaya Ikan Mas Di Kolam Tanah

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Ternyata Inilah Cara, Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: