Siklus Panen Padi (Oryza sativa) Secara Baik Dan Benar

Posted on
Siklus Panen Padi (Oryza sativa) Secara Baik Dan Benar
5 (100%) 1 vote

Siklus Panen Padi (Oryza sativa) Secara Baik Dan Benar

Siklus Panen Padi (Oryza sativa) Secara Baik Dan Benar – Panen Padi merupakan kegiatan akhir dari setiap budidaya dan permulaan dilakukan penanganan pascapenen. Bertujuan mendapatkan hasil gabah pada tingkat kematangan optimal,mencegah kerusakan  dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Penentuan waktu dan cara panen padi yang tepat akan memberikan keuntungan dengan hasil gabah memuaskan,dalam menghasilkan gabah dan beras berkualitas baik serta meminimalisir kehilangan hasil gabah.

Tanaman Padi secara umum adalah jenis tanaman penghasil beras sebagai makan pokok orang Indonesia,tergolong jenis tanaman pangan terpenting ke-5 (lima) setelah jagung telah ada 100-800 SM di Hastinapura Uttar Pradesh,India. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya mencoba memberikan informasi mengenai,cara penen padi baik dan benar, sehingga kita dapat bersama-sama berbagi informasi ilmu bermanfaat dan sebagai referensi ilmu pengetahuan berguna.

Siklus Panen Padi (Oryza sativa) Secara Baik Dan Benar

Fase Pemasakan Padi

  • Stadia Masak Susu. Pada stadia ini tanaman padi masih berwarna hijau tetapi malai-malainya sudah terkulai,ruas batang bawah kelihatan kuning,gabah bila dipijit dengan kuku keluar cairan seperti susu,stadia masak susu terjadi pada saat 10 hari setelah fase berbunga merata
  • Stadia Masak Kuning. Pada stadia ini tanaman padi tampak kuning dari semua bagian tanaman,hanya bulu-bulu sebelah atas yang masih hijau; isi gabah sudah keras,tetapi mudah pecah dengan kuku,stadia masak kuning terjadi 7 hari setelah masak susu.
  • Stadia Masak Penuh. Pada stadia ini tanaman padi menunjukan tanda tanda buku-buku sebelah atas berwarna kuning sedangkan batang-batang mulai kering,isi gabah tidak dapat/sukar dipecahkan pada varietas-varietas yang mudah rontok stadia ini belum terjadi kerontokan,stadia masak penuh terjadi 7 hari setelah stadia masak kuning
  • Stadia Masak Mati. Tanda-tanda isi gabah dan kering,varietas yang mudah rontok pada stadia ini sudah mulai rontoj,stadia mati terjadi 6 hari setelah masak penuh,saat panen untuk gabah konsumsi sebaiknya pada stadia masak kuning sedanggabah untuk benih dipanen pada stadia masak penuh.
Baca Juga :   Cara Budidaya Menanam Tanaman Anggur Dalam Pot

Penentuan Waktu Panen

Seperti kita ketahui bersama bahwa penentuan waktu panen yang kurang tepat akan menurunkan kualitas mutu gabah dan beras. Terdapat beberapa cara dalam menentukan waktu panen antara lain:

  • Diskripsi Varietas Padi, umur panen padi yang tepat dilakukan 30 sampai 35 hari setelah berbunga merata atau 135  sampai  145  hari  setelah  tanam
  • Kadar Air Gabah telah mencapai 22 –  23 % pada musim kemarau dan kadar air 24 – 26  %  di musim  penghujan
  • Pengamatan Visual dilakukan dengan cara mengamati serta melihat kenampakan padi pada hamparan sawah. Panen akan optimal bila 90-95 %  butir  gabah  pada malai padi sudah berwarna  kuning atau kuning  keemasan
  • Pengamatan Teoritis dilakukan dengan cara mengamati serta melihat jenis varietas padi  dan mengukur  kadar  air  dengan Moisture tester

Alat Dan Mesin Panen Padi

Panen padi harus baiknya mengunakan alat  dan mesin telah memenuhi  persyaratan teknis, Kesehatan, ekonomis. Alat serta mesin panen padi yang digunakan harus sesuai  dengan  jenis  varietas  padi  yang akan  dipanen. Alat yang digunakan untuk panen padi terbuat dari Ani-ani menjadi  Sabit Bergerigi biasa kemudian  Sabit  bergerigi dengan bahan  baja yang sangat tajam dan terakhir telah diintroduksi Reaper, Stripper dan Combine harvester.

Sistem Panen

Berdasarkan tahaoan perencanaan dalam memudahkan dalam kegiatan panen padi antara lain; Pemanenan baiknya dilakukan dengan sistem kelompok, Pemanenan serta perontokan baiknya dilakukan kelompok  pemanen, Jumlah panen padi umumnya dilakukan 5 -7  orang dalam mengefiesienkan pengunaan waktu dan kecepatan panen.

Penumpukan Dan Pengumpulan

Tidak tepatnya dalam tahapan penumpukan dan pengumpulan gabah dapat menyebabkan  kehilangan  hasil yang cukup tinggi. Oleh karena itu penting adanya menggunakan alas dan wadah  pada saat penumpukan dan pengumpulan dapat menekan jumlah kehilangan hasil antara  0,94  –  2,36  %

Baca Juga :   Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal

Perontokan

Tidak tepatnya dalam melakukan kegiatan perontokan dapat mengakibatkan  kehilangan  hasil  mencapai 5 % Lebih. Kemajuan cara perontokan padi telah mengalami perkembangan dari cara digebot atau mengunakan pedhal thrasher dan power  thresher

Pengeringan

Merupakan upaya menurunkan kadar air gabah sampai mencapai nilai tertentu, sehingga memudahkan dalam pengilingan serta aman untuk disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Persentase akan kehilangan hasil dalam melakukan proses  pengeringan dapat  mencapai 2-3 %

Penyimpanan

Merupakan upaya atau tindakan dalam menjaga serta mempertahankan gabah atau beras dalam kondisi  baik untuk disimpan. Kesalahan dalam tempat penyimpanan akan menimbulkan tumbuhnya jamur, serangan serangga, binatang mengerat dan kutu  beras yang dapat menurunkan mutu beras itu sendiri. Oleh karena itu, penyimpanan gabah atau beras  bisa dengan sistim curah  bisa juga  dengan sistim kemasan atau wadah seperti karungplastik, karung  goni dll

Penggilingan

Merupakan sebuah proses untuk mengubah  gabah menjadi  beras didalam prosesnya meliputi; Pengupasan sekam, pemisahan  gabah, penyosohan, pengemasan dan penyimpanan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Siklus Panen Padi (Oryza sativa) Secara Baik Dan Benar dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: