Proses Pembenihan Ikan Bandeng Bagi Pemula

Posted on
Proses Pembenihan Ikan Bandeng Bagi Pemula
Rate this post

Proses Pembenihan Ikan Bandeng Bagi Pemula

Pembenihan Ikan Bandeng – Layaknya budidaya jenis ikan lainnya, ikan bandeng juga memerlukan proses pemijahan dan pembenihan secara khusus untuk menghasilkan benih-benih ikan bandeng yang berkualitas unggul. Memang benar saat ini benih-benih ikan bandeng yang berkualitas unggul sulit didapatkan karena tersandung kendala teknologi budidaya ikan bandeng. 
Para pelaku budidaya ikan bandeng mengaku bahwa teknologi budidaya udang jauh lebih mudah dibandingkan dengan teknologi budidaya ikan bandeng. Keterbatasan jumlah bibit bandeng ini merupakan salah satu kendala utama dalam meningkatkan teknologi budidaya ikan bandeng. 
Pembenihan Ikan Bandeng
Sebelum memulai proses pembenihan ikan bandeng, kita harus memperhatikan beberapa hal penting seperti lokasi pemijahan dan pembenihan, kualitas air, pakan dan teknik pemeliharaan. Untuk lokasi kita harus mengutamakan beberapa aspek seperti tata ruang, pengairan dan sumber air. Kemudian aspek lainnya dalam hal yang berkaitan dengan pemilihan lokasi yang tepat ialah jarak lokasi ideal dan jaringan listrik atau kita juga bisa mengandalkan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik. 

Kriteria Indukan Ikan Bandeng Yang Ideal

Kini masuk ke proses pemilihan induk ikan bandeng, ada beberapa kriteria induk ikan bandeng yang ideal yaitu:
  • Pertama berat induk mencapai lebih dari 5 kg dengan panjang sekitar 56-60 cm.
  • Kedua ikan bandeng memiliki sisik bersih dan berwarna cerah serta tidak banyak sisik yang terkelupas.
  • Ketiga induk ikan berenang dengan lincah dan gesit.
Jika ketiga kriteria tersebut sudah terpenuhi kini saatnya kita pilih dua jenis indukan yakni jantan dan betina. Memang sedikit sulit dan rumit untuk memeriksa jenis kelamin ikan indukan ikan bandeng. Kita memerlukan alat dan teknik khusus untuk mengidentifikasi jenis kelami ikan bandeng. Caranya ikan bandeng dibius terlebih dahulu hingga lemas dengan menggunakan phenoxyethanol yang berdosis 200-300 ppm. 
Kanula “alat khusus untuk mendeteksi alat kelamin ikan bandeng” dimasukan pada satu ikan melemah sedalam 20-40 cm “tergantung pada panjang ikan”. Dari alat ini kita akan mengetahui perkiraan diameter telur. Diameter telur ini nantinya akan menentukan tingkat kematangan gonad. Induk ikan bandeng betina yang memiliki telur berdiameter 750 mikron ialah indukan yang siap untuk dipijahkan. Sedangkan untuk induk ikan bandeng jantan yang dikategorikan sebagai induk yang siap dipijahkan ialah ikan bandeng jantan yang mengandung sperma tingkat 3 “induk” jantan yang mampu mengeluarkan sperma cukup banyak pada saat sedang kawin. 

Proses Pemijahan Indukan Ikan Bandeng

Jika kedua induk siap dan matang, kini tiba giliran kita untuk melakukan proses pemijahan. Ada dua jenis pemijahan ikan bandeng yaitu pemijahan alami dan pemijahan buatan. Pemijahan alami jauh lebih simpel jika dibandengkan dengan pemijahan buatan. Dalam proses pemijahan alami, kita hanya menyediakan beberapa jenis fasilitas untuk mendukung proses pemijahan alami. Bak/kolam buatan sebaiknya berukuran 30-100 ton dengan kedalaman sekitar 1,5 sampai 3 meter. 
Kolam harus dilengkapi dengan aerasi kuat yang dapat diperoleh dari alat yang disebut “diffuser”. Dasar bak juga wajib diberi jaring, kepadatan kolam tidak boleh lebih dari 2-4 meter persegi untuk satu ekor induk. Dan pemijahan biasanya terjadi pada malam hari di mana induk jantan mengeluarkan sperma dan induk betina mengeluarkan sel-sel telur sehingga pembuahan external pun dapat terjadi. 

Perlakukan Yang Perlu Diberikan Pada Telur-Telur Ikan Bandeng Hingga Penetasan

Telur-telur ikan badeng yang terbuahi akan terapung di permukaan kolam sedangkan telur ikan bandeng yang tidak terbuahi akan tenggelam hingga ke dasar kolam. Telur-telur yang sudah berhasil terbuahi sebaiknya langsung diinkubasi hingga masa pertumbuhan embrio tiba. 
Telur-telur ini kemudian dipindahkan ke bak khusus penetasan dengan kapasitas kepadatan bak antara 20-30 butir telur per liter air. Setelah proses penetasan telur, sebaiknya kita berikan larutan formalin dengan kadar 40 persen dengan durasi sekitar 10-15 menit agar telur-telur bebas dari bakteri, parasit dan penyakit. Step berikutnya yaitu step pemeliharaan larva hingga berubah menjadi nener “ikan bandeng muda”. Pada masa pertumbuhan nener, kita wajib berikan pakan baik pakan alami dan pakan buatan yang sesuai dengan umurnya. 
Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Proses Pembenihan Ikan Bandeng Bagi Pemula dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 
Baca Juga:
Baca Juga :   Proses Pembenihan Ikan Guppy Agar Hasil Maksimal