Pengertian Serta Tata Cara Budidaya Jagung Hibrida Baik Dan Benar

Posted on
Pengertian Serta Tata Cara Budidaya Jagung Hibrida Baik Dan Benar
5 (100%) 1 vote

Pengertian Serta Tata Cara Budidaya Jagung Hibrida Baik Dan Benar

Pengertian Serta Tata Cara Budidaya Jagung Hibrida Baik Dan Benar – Jagung Hibrida tentu sahabat pertanian tidak asing mendengar jenis Jagung Hibrida dan Apa keunggulannya sampai-sampai jenis jagung ini banyak dibudidayakan serta Bagaimana cara budidaya jagung hibrida secara baik dan benar.

Tanaman jagung secara umum merupakan tergolong kedalam jenis tanaman semusim serealia (biji-bijian) sebagai lima (5) tanaman penting kebutuhan pangan dunia setelah tanaman padi (beras). Jagung berasal dari negara Amerika yang sebagian besar pemanfaatnya sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bioetanol.

Pengertian Serta Tata Cara Budidaya Jagung Hibrida Baik Dan Benar

Pengertian Jagung Hibrida

Adalah jenis jagung yang diperoleh dari persilangan antara dua (2) atau lebih dari sifat indukan yang heterozygot dan homogen. Dengan kata lain bahwa jagung hibrida diperoleh dari hasil persilangan dua indukan berbeda yang telah mengalami tahapan seleksi serta adaptasi pada suatu lingkungan dan menunjukan adanya keseragaman fenotipe yang dapat dibedakan dengan varietas lain. Jagung jenis tanaman menyerbuk silang hasil dari persilang tersebut akan menghasilkan sifat-sifat yang dapat diukur seperti;tinggi tanaman,bentuk tongkol,tipe biji,warna biji dan lain sebagainya.

Keunggulan Jagung Hibrida

Prospek agribisnis budidaya jagung hibrida terbilang cukup ternama di Indonesia,hal ini karena jagung hibrida memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis jagung komposit antara lain;jagung hibrida berasal dari hasil persilang yang mengalami tahapan seleksi, adaptasi serta pengujian dan juga penelitian panjang sebelum benih tersebut dilepas dipasaran bebas.

Baca Juga :   Literatur Teknis Budidaya Jagung Manis (Zea mays saccharata)

Jagung hibrida memiliki potensi hasil produkstivitas tinggi,tahan rebah dan penyakit serta kekeringan dengan masa panen yang relatif lebih pendek. Jenis jagung hibrida umumnya dibudidayakan dalam skala besar dalam memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku perusahaan industri olahan makanan,pakan ternak,industri farmasi, dextrin,perekat,industri tekstil dan industri pulp (pembuatan kertas).

Syarat Tumbuh

Untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal serta tumbuh sehat dan berbuah tanaman jagung hibrida membutuhkan syarat tumbuh atau kesesuailan tempat tumbuh. Tanaman jagung membutuhkan tanah yang subur,gembur dan banyak mengandung bahan organik. Dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi pada lahan sawah atau tegalan,di ketinggian optimum antara 50-600 m dpl dengan suhu optimal 21-34°C serta derajat keasamaan (pH) antara 5,6-7,5 dan kondisi lahan tidak tergenang.

Penggunaan Varietas Unggul Hibrida

Penentuan benih bermutu hibrida merupakan upaya dalam intensifikasi produktivitas jagung. Terdapat beberapa jenis benih jagung unggul yang telah dilepas di pasaran dan tersertifikasi. Sangat dianjurkan saat nentukan jenis jagung hibrida baiknya melihat deskripsi varietas terutama potensi hasilnya, ketahanannya terhadap hama atau penyakit, ketahanannya terhadap kekeringan,tanah masam, umur tanaman, warna biji dan disenangi baik petani maupun pedagang.

Dalam budidaya jagung tidak dianjurkan melakukan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh dengan menanam ulang benih pada tempat tanaman yang tidak tumbuh hal ini karena,tanaman hasil sulaman biasanya tidak normal sebagai akibat adanya persaingan untuk tumbuh. Oleh karena itu penentuan benih yang memiliki daya tumbuh lebih 90% sangat direkomendasikan untuk dibudidayakan.

Pengelolahan Lahan

Bertujuan untuk dalam memperbaiki kondisi tanah,struktur tanah dan  memberikan tingkat kesuburan tanah. Kegiatan pengolahan lahan dapat dimulai dengan cara pembajakan atau mencangkul tanah agar gembur dan subur sekaligus memperbaiki memperbaiki aerasi tanah pada kedalaman 15-20 cm kemudian di ratakan. Tahapan berikutnya membuat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan ± 30 cm.

Baca Juga :   Analisis Modal Budidaya Jambu Kristal (Pisidium Guajava.L) Untuk Pemula

Penanaman Jagung Hibrida

Penanaman sangat dianjurkan dilakukan pada awal musim hujan, karena di saat itu sangat baik untuk pertumbuhan jagung. Penanaman dilakukan denganjarak 75 x 25 cm dengan kedalaman 3-5 cm dengan memasukan 2 benih/lubang,selanjutnya ditutup kembali dengan tanah. Sebelum di masukannya benih jagung  sebaiknya masukan terlebih dahulu pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang dengan cara dibenam disekitaran benih jagung agar tanaman cepat tumbuh.

Pemupukan Jagung Hibrida

Bertujuan untuk memastikan tersedianya sejumlah unsur hara dalam tanah yang dimanfaatkan tanaman jagung untuk memaksimalkan perumbuhannya. Pemupukan pertama 3-4 minggu setelah dilakukan kegiatan penanaman dengan cara tugal pada jarak 5 cm dari lubang tanam, pemupukan kedua dan ketiga dilakukan pada jarak 10 cm dari lubang tanam. Tutup kembali lubang setelah dilakukan kegiatan pemupukan. Dengan Dosis pemupukan jagung adalah Urea 350 kg/ha, SP36 100−150 kg/ha dan KCI 100 kg/ha.

Penyiangan Dan Pembumbunan

Kegiatan ini umumnya dilakukan sebelum dilakukan kegiatan pemupukan dengan cara mengendalikan pertumbuhan rumput liar (gulma) yang tumbuh dilokasi penanaman dan dikhawatirkan menjadi pesaing dalam mengambil unsur hara tanah. Pembubunan dilakukan secara bersamaan dengan penyiangan yang bertujuan untuk memperkuat atau mempercepat pertumbuhan tanaman.

Hama dan penyakit Tanaman Jagung

Hama dan penyakit tanaman jagung yang umum atau biasanya menyerang adalah jenis hama seperti; lalat bibit, ulat pemotong dan jenis penyakit antara lain seperti; penyakit bulai, penyakit bercak daun, penyakit karat, penyakit gosong ben dan penyakit busuk biji.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman jagung umunya dilakukan dengan mengunakan kimiawi yaitu insektisida untuk mengendalikan hama dan fungsida untuk jenis penyakit tanaman jagung dengan cara menyemprotkannya.

Panen Jagung Hibrida

Tanaman jagung dapat di panen dilakukan ketika jagung sudah tampak tua, tanaman ini dapat di panen pada saat berumur 86-96 hari setelah tanam. Jagung yag sudah dapat di panen yaitu biji kering, keras dan mengkilat. Pemanen dilakukan dengan cara memetik atau memutarnya agar mematahkan tangkai buah jagung.

Baca Juga :   Budidaya Padi Sistem SRI (System of Rice Intensification) Secara Baik Dan Benar

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Pengertian Serta Tata Cara Budidaya Jagung Hibrida Baik Dan Benar dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: