Panduan Teknis Lengkap Budidaya Padi Ciherang (Jenis Varietas Unggul)

Posted on
Panduan Teknis Lengkap Budidaya Padi Ciherang (Jenis Varietas Unggul)
5 (100%) 1 vote

Panduan Teknis Lengkap Budidaya Padi Ciherang (Jenis Varietas Unggul)

Panduan Teknis Lengkap Budidaya Padi Ciherang (Jenis Varietas Unggul) – Padi Ciherang merupakan jenis padi Hasil Persilangan dari jenis varietas unggul padi lokal untuk menghasilkan varietas padi unggulan,padi ini untuk menjawab keraguan petani akan mahal padi hibrida. Keunggulan Padi Ciherang antara lain;memiliki produktifitas 6,0-8,5 ton/ha,dengan umur tanaman relatif singkat 116-125 hari,tahan terhadap hama dan panyakit berbahaya tanaman padi seperi;hama wereng coklat dan penyakit hawar daun bakteri,tekstur nasi yang dihasilkan lebih pulen serta wangi dan tidak dikalah pentingnya, selain harga benih padi terjangkau,benih padi ciherang masih bisa digunakan sebagai bahan tanam kembali.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Tanaman Padi adalah sebagai sumber penghasil beras sebagai makanan pokok orang Indonesia,oleh karena itu intensifikasi mulai dari pemilihan benih unggul dan bermutu,pemeliharaan optimal serta pengelolaan baik panen-pasca panen,menjadi kunci keberhasilandalam bercocok tanaman tanaman padi,sehingga swasempada pangan di seluruh provinsi di Indonesia dapat terwujud.

Panduan Teknis Lengkap Budidaya Padi Ciherang (Jenis Varietas Unggul)

Budidaya Padi Ciherang

Adapun budidaya padi ciherang yang diantaranya yaitu:

Syarat Tumbuh Padi

Untuk tumbuh optimal tanaman padi memerlukan kesesuaian tumbuh antara lain; beriklim Tropis dan Subtropis,Intensitas rata-rata curah hujan 1500-2000 mm/tahun dengan ketinggian optimal mencapai 0-1500 m dpl dan temperatur optimal mencapai 22-27 °C.

Baca Juga :   Panduan Teknis Budidaya Jeruk (GAP) Good Agricultural Practices

Menginginkan tekstur tanah berlempung dengan sinar matahari cukup yang dipergunakan dalam proses penyerbukan dan pembuahan dan dengan tanpa adanya naungan. Memiliki ketebalan tanah 18-22 cm dengan ketersediaan jumlah air cukup banyak, hindari tanah berbatu dan kesesuaian derajat keasaman tanah mulai 4,0-7,0.

Persemaian Benih

Tahapan persemaian benih padi dapat dimulai dengan cara memasukkan benih ke dalam karung goni,dilanjutkan perendaman ± 1 malam,cara bertujuan mendapatkan benih padi tumbuh dengan seragam.

lahan persemaian  disiapkan ± 50 hari sebelum benih disemai di luasan 1/20 dari luasan lahan tanam,selanjutnya Lahan persemaian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm.

Sebelum persemaian benih terlebih dahulu ditaburi pupuk urea dan SP-36 yang masing-masing 10 gr/m². Benih disemai dengan kerapatan 75 gr/ m² dan lama waktu persemaian benih padi terhenti apabila, benih padi mencapai ketinggian 5 cm dan siap untuk dipindahkan untuk ditanam ketika memasuki umur 21-25.

Pengolahan Lahan

Bertujuan menyiapkan lahan bercocok tanam padi yang baik serta sesuai untuk pertumbuhan yang dimulai dengan cara membersihkan saluran air,sisa-sisa jerami dan rumput liar di lokasi tanam.Lakukan perbaikan sejumlah pematang dengan cangkul dan dilanjutkan dengan kegiatan pembajakan pertama di awal musim dan dibiarkan 2-3 hari,kemudian pembajakan ke-2 disusul pembajakan ke-3 menjelang 3-5 hari waktu tanam.

Permukaan tanah di ratakan dengan menghancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata.

Bersihkan lahan dari gulma dan memperbaiki pematang dan saluran air (drainase). Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembajakan tanah sebanyak dua kali pada kedalaman 25-30 cm dengan cara membalikan komposisi tanah.

Baca Juga :   8 Cara Budidaya Padi Ciherang Agar Hasil Melimpah

Penanaman Padi Sawah

Tahapan penanaman dimulai dengan mempersiapkan bibit padi dari bedengan persemaian yang telah berumur 21-25 hari dan ditanam dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm,tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan waktu musim penanaman.

Penanaman dilakukan dengan cara terlebih dahulu mencabut bibit dan ditanam sebanyak lebih kurang 5 batang bahkan lebih,Padi dengan jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih lebar untuk lahan padi dengan tanah yang subur jarak tanam dibuat lebih lebar.

Penyiangan Dan Pembumbunan

Dilakukan dengan cara mencabut rumput yang dua kali saat berumur 3 dan 6 minggu atau menggunakan alat cangkul kecil. Kegiatan Pembumbunan dilakukan umumnya bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai.

Pengairan

Dalam penggunaan air di sawah ada beberapa hal perlu yang diketahui antara lain; Jumlah Air haruslah dapat menggenangi sawah dengan merata dan setelah dilakukan tanam, sawah harus dikeringkan 2-3 hari sedikit demi sedikit.

Pemupukan Padi Ciherang

Tahapan Pemupukan dengan memberikan pupuk jenis anorganik jenis Urea,SP-36 dan Kcl yang masing-masing berjumlah 300 -175 – 50 kg/hektar, pada saat umur tanaman memasuki 3-4 minggu dan 6-8 minggu setelah tanam dengan cara disebar.

Waktu Penyemprotan

Dilakukan jika intensitas serangan hama dan penyakit telah melewati batas ambang ekonomis, apabila tidak kendalikan akan berakibat pada kerugian hasil panen,kegiatan penyemprotan pestisida dilakukan saat tanaman memasuki umur tanam 1-2 minggunya.

Panen

Panen padi siap dilakukan ketika bulir padi  hampir keseluruhan telah menguning atau 33-36 hari setelah padi berbunga. Cara panen dilakukan secara manual dengan mengunakan sabit dengan memotong pangkal batang atau mengunakan mesin reaper harvester yang hanya dilakukan dalam 6 jam/hektar.

Baca Juga :   Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa.L) Serta Panduan Teknis Intensifikasi Lahan

Pasca Panen

Merupakan tahapan dalam menentukan kualitas padi yang akan akan dijadikan beras siap konsumsi. Tahapan panen padi dilakukan dimulai dengan kegiatan perontokan bisa dilakukan dengan cara cukup di injak-injak,dihempas atau mengunakan mesin perontok untuk lebih mengefisienkan waktu dan tenaga kerja.Kegiatan berikutnya dengan melakukan kegiatan pembersihan gabah dengan cukup diayak atau dengan mesin blower manual.

Kemudian lakukan penjemuran gabah selama 3-4 hari selama 3-4 jam/hari sampai gabah mencapai kadar air 14 %,kegiatan penjemuran dapat dilakukan lantai semen atau terpal atau bisa juga mengunakan mesin pengering.

Tahapan akhir adalah penyimpanan sejumlah gabah dan simpan ditempat yang kering dan beralas untuk kemudian dijadikan beras dengan mengunakan mesin huller dan siap untuk dijual.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Panduan Teknis Lengkap Budidaya Padi Ciherang (Jenis Varietas Unggul) dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: