Panduan Teknis Lengkap Budidaya Jagung Bisi 2 Dilahan Persawahan

Posted on
Panduan Teknis Lengkap Budidaya Jagung Bisi 2 Dilahan Persawahan
5 (100%) 1 vote

Panduan Teknis Lengkap Budidaya Jagung Bisi 2 Dilahan Persawahan

Panduan Teknis Lengkap Budidaya Jagung Bisi 2 Dilahan Persawahan – Jagung Bisi 2 merupakan jenis jagung varietas hibrida dari hasil persilangan hibrida silang tunggal berpotensi menghasilkan 2 tongkol dari tahapan seleksi dan adaptasi pada suatu lingkungan untuk menghasilkan keseragaman fenotipe. Terdapat berbagai jenis varietas bisi 2 yang telah dilepas oleh produsen benih di pasaran.

Keunggulan Bisi 2 tentunya memberikan keuntungan lebih bagi petani dalam meningkatkan hasil produksi karena memiliki tongkol 2,memiliki pertumbuhan seragam,tegak serta tahan roboh dengan potensi hasil mencapai 13 ton/ha,pupulasi tanaman lebih banyak sekitar 62000/ha dengan kebutuhan benih sekitar 15 kg/ha,waktu panen relatif singkat 103 hari siap untuk dipanen,tahan terhadap serangan penyakit bulai,karat daun serta bercak daun dan juga mempunyai daya adaptasi lingkungan yang baik, sehingga bisa produksi dengan baik di lahan pertanian manapun.

Panduan Teknis Lengkap Budidaya Jagung Bisi 2 Dilahan Persawahan

Peluang Agribisnis Jagung Bisi 2

Potensi prospek pengembangan budidaya jagung bisi 2 terbilang cukup menjanjikan,selain memberikan keuntungan bagi berlipat ganda bagi petani jagung,waktu panen relatif singkat dengan potensi produksi tinggi serta memiliki adaptasi lingkungan yang baik.

Tingkat pertumbuhan persentase angka jumlah penduduk dalam memenuhi kebutuhan akan nutrisi sehari-hari dapat dipenuhi salah satu dengan mengkonsumsi buah jagung. Selain karena rasa enak buah jagung juga mengandung sejumlah nutrisi baik bagi kesehatan seperti; karbohidrat, protein, vitamin tinggi serta rendah lemak. Kebutuhan jagung dalam skala besar dapat sebagai bahan baku industri pakan ternak,minyak jagung,farmasi dan bioetanol.

Baca Juga :   Budidaya Padi (Oryza sativa) Sebagai 5 Tanaman Pokok Terpenting Dunia

Budidaya Jagung Bisi 2

Adapun budidaya jagung bisi 2 yang diantaranya yaitu:

Penggunaan Benih Bermutu

Merupakan salah satu upaya dalam intensifikasi produktivitas jagung,terdapat beberapa jenis benih jagung unggul yang telah dilepas di pasaran dan tersertifikasi. Sahabat pertanian bisa memilih sendiri jenis-jenis benih jagung bisi 2 dikios-kios pertanian.

Dalam budidaya jagung sangat dianjurkan untuk tidak dilakukan kegitan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh dengan menanam ulang benih pada tempat tanaman yang tidak tumbuh hal ini karena,tanaman hasil sulaman biasanya tidak normal sebagai akibat adanya persaingan untuk tumbuh. Oleh karena itu penentuan benih yang memiliki daya tumbuh lebih 90% sangat direkomendasikan untuk dibudidayakan.

Pengolahan Lahan

Bertujuan dalam memperbaiki kondisi tanah,struktur tanah serta meningkatkan kesuburan tanah lahan budidaya. Kegiatan pengolahan lahan dapat dimulai dengan cara pembajakan atau mencangkul tanah menjadi gembur dan subur, sekaligus memperbaiki memperbaiki aerasi tanah pada kedalaman 15-20 cm. Tahapan berikutnya membuat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan ± 30 cm.

Teknik Penanaman

Penanaman sangat dianjurkan dilakukan pada awal musim hujan, karena di saat itu sangat baik untuk pertumbuhan jagung. Penanaman dilakukan dengan jarak 75 x 25 cm dengan kedalaman 3-5 cm dengan memasukan 2 benih/lubang,selanjutnya ditutup kembali dengan tanah. Sebelum di masukannya benih jagung  sebaiknya masukan terlebih dahulu pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang dengan cara dibenam disekitaran benih jagung agar tanaman cepat tumbuh.

Penyiangan

bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu atau gulma. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali dengan mengunakan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya. Hal terpenting dalam kegiatan penyiangan tidak mengganggu perakaran tanaman jagung yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah.

Baca Juga :   Teknologi Efektif Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Jagung (Zea mays sp)

Pembumbunan

umumnya dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan dengan bertujuan memperkokoh posisi batang, sehingga tanaman tidak mudah rebah. Pembumbunan dilakukaan saat tanaman berumur 6 minggu bersamaan waktu pemupukan.

Pemupukan Jagung Bisi 2

Dianjurkan untuk memberikan pupuk organik berupa; pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton / ha. Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl sebanyak 50-100 kg.

Pemupukan dilakukan dalam tiga tahapan antara lain; tahap pertama berupa pupuk dasar yaitu ;pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Pada tahap kedua (pupuk susulan I), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar.

Pengairan dan Penyiraman

Setelah benih jagung ditanam lakukan dengan kegiatan penyiraman secukupnya terkecuali bila, tanah dalam keadaan lembab. Pengairan selanjutnya diberikan secukupnya hal ini, bertujuan menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit tanaman jagung.

Hama dan penyakit Tanaman Jagung

Hama penyakit yang umum atau biasanya menyerang adalah jenis hama seperti; lalat bibit, ulat pemotong dan jenis penyakit antara lain seperti; penyakit bulai, penyakit bercak daun, penyakit karat, penyakit gosong ben dan penyakit busuk biji.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman jagung umunya dilakukan dengan mengunakan kimiawi yaitu insektisida untuk mengendalikan hama dan fungsida untuk jenis penyakit tanaman jagung dengan cara menyemprotkannya.

Panen Jagung Bisi 2

teknik panen jagung tidak semua berupa jagung tua(matang fisiologis) tergantung dari tujuan panen. Tingkat kemasakan buah jagung dapat dibedakan menjadi 4 tingkatkan antara lain; masak susu, masak lunak, masak tua dan masak kering (masak mati).

Baca Juga :   Budidaya Padi Sistem TABELA Upaya Intensifikasi Produktivitas GKG (Ton/Ha)

Ciri jagung yang siap dipanen antara lai telah memasuki umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga dan biji kering, keras, mengkilat, apabila ditekan tidak membekas.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Panduan Teknis Lengkap Budidaya Jagung Bisi 2 Dilahan Persawahan dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: