Panduan Teknis Budidaya Sawo (Manikara zapota) Untuk Pemula

Posted on
Panduan Teknis Budidaya Sawo (Manikara zapota) Untuk Pemula
5 (100%) 1 vote

Panduan Teknis Budidaya Sawo (Manikara zapota) Untuk Pemula

Panduan Teknis Budidaya Sawo (Manikara zapota) Untuk Pemula – Sawo merupakan jenis buah-buahan Hortikultura beriklim Tropis tergolong dalam tanaman yang paling banyak ditanam dalam skala kecil disistem kebun pekarangan. Buah Sawo bagi sebagian masyarakat Indonesia mungkin tidak begitu asing dengan jenis buah ini, tanaman ini sering kita jumpai dikebun pekarangan tetanga kita atau kerabat dekat kita.

Selain memiliki rasa manis serta tekstur daging buah yang lembut terlebih harga buahnya pun, terbilang sangat Ekonomis mulai dari Rp 4000-5000/kg. Tidak hanya itu saja, buah sawo juga banyak mengandung sejumlah vitamin dan serat yang baik bagi kesehatan tubuh dan memperbaiki sistem metabolisme pencernaan.

Panduan Teknis Budidaya Sawo (Manikara zapota) Untuk Pemula

Peluang Agribisnis Sawo (Manikara zapota)

Tinggi Kesadaran masyarakat akan pentingnya menkonsumsi buah-buahan yang bermanfaat bagi kesehatan,menjadikan tanaman sawo menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat untuk ditanam dan dimanfaatkan hasil buahnya sebagai tanaman buah keluarga yang ekonomis sekaligus menyehatkan.

Berdasarkan Data Produksi Kontribusi Buah Sawo di Indonesia pada tahun 2014 tanaman sawo menempati peringkat 18 dengan produksi 114.755 ton. Buah sawo dapat dipanen setelah memasuki umur tanam 3-4 tahun setelah penanaman,oleh karena itu kami akan memberikan informasi kepada sahabat pertanian tentang bagaimana cara budidaya sawo,sehingga kita bisa bersama-sama dapat berbagi ilmu pengetahuan yang dapat diambil intisarinya.

Baca Juga :   Literatur Lengkap Cara Budidaya Jagung Super Hibrida Bisi-18

Kesesuaian Budidaya Sawo

Seperti pada tanaman tropis lain tanaman sawo juga membutuhkan kesesuaian lahan untuk tumbuh baik dan berbuah. tanaman sawo mengingikan tanah yang subur,gembur dan mengandung bahan organik dengan ketinggian tempat yang baik 100-200 m dpl, serta curah hujan tahunan 1250-2500 mm/tahun yang merata di sepanjang tahun. Sawo juga tergolong kedalam tanaman yang tahan kekeringan dengan derajat keasaman tanah (pH) berkisar 6-7.

Persiapan Bibit Sawo

Bibit sawo dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) dan dengan cara vegetatif (sambung dan cangkok). Faktor keberhasilan dalam menanam tanaman sawo adalah cara mengetahui asal-usul bibit indukan pohon sawo yang berkualitas,sangat dianjurkan mengunakan bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif,hal karena terdapat keunggulan antara lain; memiliki sifat unggul persis sama dengan indukannya dan waktu tanaman sawo untuk berbuah relatif singkat antara 3-4, tahun,bila dibandingkan menanam dengan biji yang butuh waktu berbuah sampai 7-10 tahun lamanya.

Pengolahan Lahan

Tahapan pengolahan bersifat fleksibel artinya mengikuti luasan lahan tanam baik ditanam di kebun luas atau sempit atau hanya sekedar ditanam dilahan pekarangan rumah. jarak tanam ideal untuk bibit sawo 8 m x 9 m,hal ini menjaga tanaman tidak berdekatan ketika tumbuh besar. Untuk memulai pengolahan lahan dapat dimulai dengan membersihkan lahan dari tanaman berkayu atau semak belukar dengan cara di tebas,hal ini bertujuan untuk membentuk media tanam yang rata serta gembur dan memiliki saluran drainase yang baik.

Teknik Penanaman

Penanaman bibit sawo dilakukan di pagi hari dengan kondisi cuaca yang cerah atau tidak sedang dalam kondisi hujan. Tahapan penanaman dimulai dengan Pembuatan lubang tanam berukuran 50 x 60 x 60 cm dengan kedalam 20-30 cm, kemudian pupuk kandang matang sebanyak 20-30 kg pupuk kandang/lubang tanam. Biarkan selama 1-2 minggu agar mencapai pelapukan, setelah itu masukan bibit sawo tepat didalam lubang tanam tersebut. Selanjutnya tutup lubang dengan lapisan atas dan lapisan bawah kemudian padatkan dan ratakan.

Baca Juga :   Panduan Teknis Lengkap Budidaya Padi Ciherang (Jenis Varietas Unggul)

Perawatan Tanaman

Tahapan perawatan tanaman sawo sama seperti tanaman budidaya pada umumnya,dimulai dari penyiraman bibit,penyiangan dan pembumbunan,pemupukan dan pengendalian HPT.

Penyiraman. Diawal penanaman bibit sawo mengalami fase kristis diumur tanam 1-3 bulan,penyiraman dilakukan 2 kali sehari dengan mengunakan gembor selama fase kristis tanaman sawo. Lakukan penyiraman secara hati-hati sebab sawo sangat peka terhadap genangan air.

Penyiangan Dan Pembumbunan. Penyiangan dilakukan dengan mengurangi sejumlah gulma (rumput liar) yang bersifat sebagai pesaing dan mengangu pertumbuhan bibit sawo dalam pertumbuhannya dengan cara mengkoret atau mencangkul. Dilanjutkan dengan kegiatan pembumbunan yang bertujuan untuk mengemburkan tanah,kegiatan pembumbunan dilakukan dengan mengunakan koret, umumnya kegiatan ini dilakukan bersamaan atau setelah kegiatan penyiangan dilakukan.

Pengendalian hama dan penyakit. Terdapat beberapa jenis penyakit menyerang sawo yaitu penyakit pink (jamur upas) yang disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor dan penyakit bercak daun Phaeophleospora indica yang disebabkan oleh cendawan.

Jenis penyakit ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan pestisdida jenis fungisida berbahan aktif sulfur atau tembaga,sedangkan untuk jenis hama dapat mengunakan insektisida. Kegiatan pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila tingkat serangan tersebut cukup membahayakan tanaman yang tengah kita tanam.

Pemupukan. bertujuan menambahkan sejumlah unsur hara ke dalam tanah yang nantinya dapat dimanfaatkan tanaman untuk tumbuh subur dan berbuah. waktu pemberian diajurkan dipagi hari dan memasuki awal musim penghujan.

Pemupukan dapat dilakukan saat tanaman sawo telah berumur 1 tahun dengan pemberian pupuk jenis NPK sebanyak 0,5-1 kg/tanaman, pemberian pupuk diberikan bertambah sesuai dengan bertambahnya umur tanaman. Teknik pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara membuat larikan melingkar didekat tanaman sawo,kemudian pupuk ditebar dan dibenamkan tutup kembali dengan mengunakan cangkul.

Baca Juga :   Referensi Teknis Ternak Kelinci Untuk Pemula

Panen Sawo

Tanaman sawo adalah jenis buah yang aktif berbuah sepanjang tahun,tanaman yang berasal dari perbanyakan vegetatif umumnya lebih cepat berbuah 3-4 tahunya dengan rata-rata buah dapat mencapai 50-100 kg/tanaman. Ciri buah sawo siap dipetik dengan mengamati warna kulit buah menjadi kuning kecoklatan dan tekstur daging buah sawo menjadi lembut.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Panduan Teknis Budidaya Sawo (Manikara zapota) Untuk Pemula dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: