Panduan Teknis Budidaya Padi Tanpa Olah Tanah (TOT) Di Lahan Persawahan

Panduan Teknis Budidaya Padi Tanpa Olah Tanah (TOT) Di Lahan Persawahan
4.3 (86.67%) 3 votes

Panduan Teknis Budidaya Padi Tanpa Olah Tanah (TOT) Di Lahan Persawahan

Panduan Teknis Budidaya Padi Tanpa Olah Tanah (TOT) Di Lahan Persawahan – Padi merupakan tanaman padi tergolong kedalam jenis Tanaman Pangan berupa rumput-rumputan (Poaceae) memiliki morfologi sistem perakaran serabut,batang berbuku dan berongga membentuk rangkaian daun sebagai penopang daun,bunga tersusun majemuk,bulir padi tergantung disetiap malai anakan padi. Sejarah mencatat bahwa tanaman sudah ada 100-800 tahun sebelum masehi dengan ditemukan fosil butir padi di Hastinapura Uttar Pradesh,India.

Panduan Teknis Budidaya Padi Tanpa Olah Tanah (TOT) Di Lahan Persawahan

Tanpa Olah Tanah (TOT)

Adalah tipe atau jenis pengolahan lahan persawahan tanpa ada perlakukan khusus seperti;kegiatan pembersihan dari sisa-sisa jerami,pengendalian gulma dan pembajakan. Keuntungan penggunaan Sitem Tanam Tanpa Olah Tanah (TOT) antara lain; Lebih menghemat dalam penggunaan air,tenaga kerja,waktu dan lebih berwawasan lingkungan,Menghemat biaya produksi sampai 40 %,karena tanpa adanya pengolahan lahan,menghemat waktu musim tanam lebih dari 1 bulan,hemat dalam penggunaan air,memudahkan dalam penanaman secara serentak serta ikut juga melestarikan kesuburan tanah dan mengurangi pencucian hara.

Pemilihan Benih Padi Unggul

Pemilihan benih unggul dan berkualitas menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman padi.  Terdapat jenis –jenis varietas padi unggul dan mampu beradaptasi di lingkungan untuk baik dengan produktifitas tinggi antara lain varietas Mekongga, Mira 1, Batang Gadis, Ciherang, Cigeulis, Ciliwung, Cibogo dan Bondoyudo. Tahapan persiapan benih dimulai dengan melakukan penyemaian benih padi dengan cara memasukkan benih ke dalam karung goni,dilanjutkan perendaman ± 1 malam,cara bertujuan mendapatkan benih padi tumbuh dengan seragam.

Baca Juga :  Panduan Teknis Lengkap Budidaya Labu Butternut Secara Baik Dan Benar

Siapkan lahan persemaian ± 50 hari sebelum benih padi disemai dengan luasan 1/20 dari luasan lahan tanam. Lahan persemaian dibajak dan digaru untuk dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Benih disemai dengan kerapatan 75 gr/ m² dan lama waktu persemaian benih padi terhenti apabila, benih padi mencapai ketinggian 5 cm dan siap untuk dipindahkan untuk ditanam ketika memasuki umur 21-25.

Penanaman

Seperti kita ketahui bersama bahwa pembudidayaan padi tanpa adanya pengolahan lahan,sebelum dilakukan penanaman 1-2 minggu lokasi tanam,terlebih dahulu digenangi dengan memberikan air melalui saluran irigasi atau jalur air. Buatlah kondisi lahan keadaan setengah basah (macak-macak). Ratakan mengunakan cangkul untuk lanjutkan dengan memberikan garis tanam untuk memudahkan dalam penanaman.

Tahapan penanaman bibit untuk jenis padi sawah dengan sistem TOT dapat mengunakan jarak tanam  20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm,hal ini tergantung dari jenis varietas padi yang digunakan, tingkat kesuburan tanah. Penanaman bibit padi dimulai dengan mengambil bibit padi dari bidang persemaian yang telah berumur 21-25 hari,selanjutnya tanam bibit padi 1-3 bibit/lubang tanam pada perpotongan garis yang telah terbentuk sebelumnya.

Pemeliharaan

Penyiangan Dan Pembumbunan. dilakukan dengan cara mencabut rumput yang dua kali saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan cangkul kecil. Kegiatan Pembumbunan dilakukan umumnya bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai.

Pemupukan. Tahapan Pemupukan dengan memberikan pupuk jenis anorganik jenis Urea,SP-36 dan Kcl yang masing-masing berjumlah 300 -175 – 50 kg/hektar, pada saat umur tanaman memasuki 3-4 minggu dan 6-8 minggu setelah tanam dengan cara disebar.

Baca Juga :  Budidaya Padi Sistem Jajar Legowo (2:1) Tingkatkan Produktifitas Gabah 7-8 Ton/ha

Waktu Penyemprotan Tahapan berikut dilakukan jika intensitas serangan hama dan penyakit telah melewati batas ambang ekonomis,apabila tidak kendalikan akan berakibat pada kerugian hasil pane,kegiatan penyemprotan pestisida dilakukan saat tanaman memasuki umur tanam 1-2 minggunya.

Panen Dan Pasca Panen

Panen padi siap dilakukan ketika bulir padi  hampir keseluruhan telah menguning atau 33-36 hari setelah padi berbunga. Cara panen dapat dilakukan secara manual dengan mengunakan sabit dengan cara memotong pangkal batang atau mengunakan mesin reaper harvester yang hanya dilakukan dalam 6 jam/hektar.

Pasca Panen

Merupakan tahapan dalam menentukan kualitas padi yang akan akan dijadikan beras siap konsumsi. Tahapan panen padi dilakukan dimulai dengan kegiatan Perontokan bisa dilakukan dengan cara cukup di injak-injak,dihempas atau mengunakan mesin perontok untuk lebih mengefisienkan waktu dan tenaga kerja.

Kegiatan berikutnya dengan melakukan kegiatan Pembersihan gabah dengan cukup diayak atau dengan mesin blower manual. Kemudian lakukan penjemuran gabah selama 3-4 hari selama 3-4 jam/hari sampai gabah mencapai kadar air 14 %,kegiatan penjemuran dapat dilakukan lantai semen atau terpal atau bisa juga mengunakan mesin pengering.

Tahapan akhir adalah Penyimpanan sejumlah gabah dan simpan ditempat yang kering dan beralas untuk kemudian dijadikan beras dengan mengunakan mesin huller dan siap untuk dijual.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Panduan Teknis Budidaya Padi Tanpa Olah Tanah (TOT) Di Lahan Persawahan dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga:

Baca Juga :  Budidaya Padi Sistem TABELA Upaya Intensifikasi Produktivitas GKG (Ton/Ha)

 

/* */