Panduan Budidaya Tanaman Pisang,Sangat Lengkap!!!

Posted on
Panduan Budidaya Tanaman Pisang,Sangat Lengkap!!!
Rate this post
Di Indonesia tanaman pisang dapat tumbuh, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 1.600 m di atas permukaan laut (dpl). Untuk pertumbuhan pisang biar bisa mendapatkan buah yang bagus dan berkualitas kita harus menentukan suhu . seperti apa suhu yang bagus itu??, suhu yang bagus yaitu kisaran: 27°C-38°C, Dan dengan keasaman pH tanah 4,5-7,5. Dalam budidaya pisang,maupun tumbuhan yang lainya pada dasarnya membutuhkan curah hujan tahunan yaitu berkisar antara 2000-2500 mm, atau kisaran 100 mm/bulan. 
Apabila di daerah teman-teman mengalami kekering berturut-turut melebihi 3 bulan, maka sebaiknya tanaman pisang di bantu dengan pengairan agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan maksimal dan baik.jujur produksi pisang yang ada di Indonesia ini, bisa di bilang masih sangat rendah, dan tidak mampu bersaing di pasar internasiona, itu dikarena peminat yang ada di Negara kita bisa di bilang masih minim,peminatnya,dan pada kesempatan kali ini kami akan menjabarkan atau mendenifisikan secara pengetahuan kami,dan kalo di rasa kurang baik ataupun kurang jelas mohon di ma’afkan,karena kami juga masih baru dalam menggeluti budidaya pisang ini,okey,mari kita simak bersama-sama dan di wajibkan harus baca dari awal hingga akhir biar paham 
Iklim

Iklim yang cocok untuk tanaman pisang yaitu tropis basah, lembab,tanah gembur dan panas, dari ke empat kata tersebut hal ini di maksutkan untuk mendukung pertumbuhan pohon pisang dan buahnya. Namun demikian pisang juga dapat tumbuh di daerah subtropis.tapi kalo di Tanya soal kualitas kurang baik

Dalam budidaya pisang teman-teman sebaiknya harus mengontrol/mengetahui kondisi dan lingkungan masing-masing , untuk menanam tanaman pisang di usahakan kecepatan angin tidak terlalu tinggi.karena kalo angin yang kecepatanya tinggi bisa mengakibatkan daun pohon patah-patah,robek dan hal yang sangat fatal yaitu batang pohon bisa menjadi tumbang karena derpa’an angin yang kencang,

Dan untuk budidaya pisang yang baik di lakukan adalah. mempunyai curah hujan yang optimal, yaitu antara 1.520 – 3.800 mm/tahun dengan syarat. 2 bulan tanah harus kering. Dalam budidaya tanaman pisang sebaiknya membuat (guludan). Guludan adalah tumpukan tanah yang dibuat memanjang menurut arah garis kontur atau memotong lereng. Tinggi tumpukan tanah sebaiknya di buat 25 – 30 cm dengan lebar dasar sekitar 30 – 40 cm. Jarak antara guludan tergantung pada kecuraman lereng, kepekaan erosi tanah, dan erosivitas hujan. supaya tidak ada genangan air di setiap tanaman pohon pisang

Media Tanam Pisang

Dalam budidaya pisang yang baik dan benar,kita harus memilih media tanam biar nanti bisa mendapat hasil panen yang bagus dan buahnya besar-besar,sebab dalam membudidayakan pisang kita harus tau dan paham betul terhadap kondisi unsur tanah, Karena tanaman ini sifat’nya rakus terhadap makanan, jadi tanaman pisang sebaiknya ditanam di tanah berhumus, kaya unsur hara dan memiliki kandungan kapur atau tanah berat. Jika lahan teman-teman kondisi tanah’nya kurang memenuhi persyaratan seperti yang sudah di jelaskan, tenang saja ada cara untuk mengatasinya ko, yang perlu teman-teman lakukan adalah. teman-teman bisa memberi pemupukan untuk menambah unsur hara tanah dengan menggunakan pupuk kandang dan pupuk kompos.

Yang perlu di perhatikan dalam menanam pisang adalah air, semua yang hidup di dunia ini pada dasarnya membutuhkan air yang cukup.Namun dalam hal budidaya pisang pemberan air jangan terlalu berlebihan usahakan air tidak ada yang menggenang.

Baca Juga :   Mengetahui 10 Khasiat Daun Salam (Syzygium polyanthum)

Untuk di daerah basah membutuhkan air 50-200 cm, sedangkan di daerah yang setengah basah membutuhkan air 100-200 cm, dan di daerah kering 50-150 cm. dan yang perlu di ingat adalah. pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.

Ketinggian Tempat

Pisang dapat di tanam pada dataran rendah hingga pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Jika teman-teman ingin menanam pisang ambon, nangka dan tanduk tanaman pisang ini dapat tumbuh baik dan menghasilkan buah yang banyak pada ketinggian 1.000 m dpl

Perawatan dan Pengamatan

Pengamatan bibit pisang dilakukan setiap hari, media dijaga agar kondisi nya tetap lembap sehingga air untuk bibit tanaman selalu tersedia. Saat kondisi media mulai kering maka dilakukan penyiraman agar tetap lembab. Juga ditambahkan hormon BA untuk mempercepat pertumbuhan bibit

Penyiapan Bibit

Dalam praktikum, para pembudidaya pisang melakukan Pembibitan dengan menggunakan anakan dari bonggol induk, dengan cara vegetatif berupa tunas, Tinggi anakan untuk bibit yaitu: 1 – 1,5 m, lebar potongan umbi 15 – 20 cm, dalam melakukan hal ini dapat tumbuh dengan baik dan optimal.

Anakan sebaiknya diambil dari pohon yang mempunyai buah banyak dan sehat.Dan dalam pemilihan bibit yang baik.pilihlah daun yang masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit.

Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam

  • Setelah dipotong, bersihkan tanah yang menempel di akar.
  • Simpan bibit di tempat teduh 1 – 2 hari sebelum tanam.
  • Buang daun yang lebar.
  • Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam larutan POC NASA (1 – 2 tutup), HORMONIK (0,5 -1 tutup), Natural GLIO (1 – 2 sendok makan) dalam setiap 10 liter air, selama 10 menit. Lalu bibit dikeringanginkan.
  • Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.
Pengolahan Media Tanam Pisang
  1. Lakukan pembasmian gulma, rumput atau semak-semak.
  2. Gemburkan tanah yang masih padat.
  3. Buat sengkedan terutama pada tanah miring dan buat juga saluran pengeluaran air.
  4. Dianjurkan menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan.
Pembuatan Lubang Tanam

Ukuran lubang yang di gunakan yaitu 50x50x50 cm, dan untuk jenis tanah berat buatlah lubang 30x30x30 dan 40x40x40 cm untuk jenis tanah gembur. Gunakan jarak tanam satu pohon 2×2 m. atau 3,3 x 3,3 meter.Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7- 9. Penanaman benar dilakukan menjelang musim hujan (September – Oktober).

Pisahkan Tanah Galian Bagian Atas Dan Bagian Bawah.

Siapkan campuran Natural GLIO dan pupuk kandang, caranya: campur 100 gram Natural GLIO dengan 25 – 50 kg pupuk kandang, jaga kelembaban dengan memercikan air secukupnya, masukkan ke dalam karung, biarkan 1 – 2 minggu.
Tanah galian bagian atas dicampur Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang (0,5 – 1 kg per lubang tanam), tambahkan dolomit (0,5 – 1 kg/lubang tanam), pupuk kandang 15 – 20 kg/lubang tanam.

Masukkan bibit dengan posisi tegak, tutup terlebih dulu dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur Natural GLIO, dolomit dan pupuk kandang, diikuti tanah galian bagian bawah. Catatan : pupuk kandang diberikan jika tersedia, jika tidak dapat diganti dengan SUPERNASA.

Siram dengan larutan POC NASA (1 – 2 tutup), HORMONIK (0,5 tutup) dalam setiap 5 liter air. Untuk mendapatkan hasil lebih baik, POC NASA dapat diganti dengan POP SUPERNASA. Cara penggunaan POP SUPERNASA: 1 (satu) botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 5 liter air diberi 5 tutup larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. -Penyiraman dilakukan 2 – 3 bulan sekali. 

Baca Juga :   Langkah Tepat Cara Budidaya Pohon Jabon
Cara Pemupukan Tanaman Pisang

Untuk mempercepat berbuahnya pohon pisang, sekarang sudah ada jenis pupuk terbaru yang terbuat dari bahan alami herbal rumput laut, yang mempunyai banyak sekali fungsinya.apa itu namanya??. Pupuk penyubur pohon pisang tersebut bernama di grow hijau, yang berkhasiat sangat baik untuk tanaman pisang dan tanaman yang lainya

Dan kegunaan pupuk D.I. Grow Hijau ini yaitu sebagai pupuk daun:cara pakai di berikan setiap 2-3 bulan sekali dengan dosis 4-5 cc/liter air. Semprotkan merata pada daun dan batang. penyemprotan di lakukan pada pkl 08.00 atau setelah jam 16.00.
 

Bila ada serangan hama/penyakit, D.I. Grow dapat dicampur dengan insektisida/fungisida.Kebutuhan D.I. Grow Hijau untuk sekali penyemprotan perhektar adalah 1.5-2 liter

Dan dalam melakukan pemupukan tanaman pisang dengan lahan 1 hektar, dibutuhkan 207 kilogram urea, 138 kilogram super fosfat, 608 kilogram KCl, dan 200 kilogram batu kapur sebagai bahan utama kalsium. Pupuk N (Nitrogen) diberikan secara rutin 2 kali dalam setahun yang peletakannya di deretan lurus yang mengelilingi rumpun tanaman pisang. Selesai dipupuk, deretan yang ditaburi pupuk tersebut kemudian ditutup dengan tanah. Sedangkan untuk pemupukam kalium dan fosfat dilakukan 6 bulan setelah tanam ( 2 kali dalam satu tahun )

Pemeliharaan Tanaman

Biar bisa menghasilkan buah yang bagus nantinya sebaiknya dalam satu pohon rumpunan hanya di beri 3 – 4 batang.Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).Setelah 5 tahun rumpun dibongkar diganti tanaman baru.

  • Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah.
  • Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
  • Pangkas daun kering.
  • Pengairan harus terjaga. Dengan disiram atau mengisi parit saluran air.
  • Pasang mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tetapi mulsa tidak boleh dipasang terus menerus
Pemeliharaan Buah
  1. Potong jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir.
  2. Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus kantung plastik bening polietilen yang tebal 0,5 mm, diberi lubang diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakan kantung menutupi 15 -45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
  3. Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.
Hama Dan Penyakit 
Hama 
 
Ulat daun (Erienota thrax.)
Menyerang daun. Gejala: daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun.
Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)

Menyerang kelopak daun, batang. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang pisang penuh lorong. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan PESTONA.

Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis)

Menyerang akar. Gejala : tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar bengkak. Pengendalian: gunakan bibit yang tahan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.

Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema.)

Menyerang bunga dan buah. Gejala: pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.

Baca Juga :   Belajar Bersama Budidaya Tanaman Padi Sawah

Penyakit

Penyakit darah

Penyebab : Xanthomonas celebensis (bakteri). Menyerang jaringan tanaman bagian dalam. Gejala: jaringan menjadi kemerah-merahan seperti berdarah. Pengendalian: Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, dan membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

Panama

Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Menyerang daun. Gejala : daun layu dan putus, mula-mula daun luar lalu bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

Bintik daun

Penyebab: jamur Cercospora musae. Menyerang daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. Pengendalian: : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

Layu

Penyebab : bakteri Bacillus sp. menyerang akar. Gejala: tanaman layu dan mati. Pengendalian : membongkar dan membakar tanaman yang sakit, Natural GLIO diawal tanaman

Daun pucuk

Penyebab : virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Menyerang daun pucuk. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Pengendalian: Mengendalikan kutu duan dengan Natural BVR, membongkar dan membakar tanaman yang sakit. 

Cara Panen Pisang

Pisang dapat di panen ketika daun sudah menguning. atau dengan lingkaran buah berbentuk bundar , Usia buah pisang yang siap panen yaitu antara 100 – 120 hari setelah muncul bunga. Dalam tahap pemanenan buah pisang, pisang dapat dipanen bersama-sama dengan tandannya. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal epek/sisir paling atas. Pemotongan tandan bisa menggunakan pisau atau golok yang tajam dan bersih.

  1. Tandan pisang yang sudah di potong disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah,jadi buah tidak kotor.
  2. Setelah itu batang pohon pisang yang sudah di panen, dipotong hingga umbi batangnya hilang sama.
  3. Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dapat dilakukan 3 – 10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif. 
Penanganan Pasca Panen:
  1. Lakukan pemotongan sisir pisang dari tandannya
  2. Lakukan pencucian sisir dari kotoran dan getah serta dilakukan seleksi buah
  3. Pencucian sisir pisang yang sudah terseleksi dalam air bersih mengalir
  4. Penyusunan sisir pada rak terbuka kemudian tiriskan dan dikeringanginkan dengan mengalirkan udara kering pada sisir-sisir pisang tersebut
  5. Pengemasan sisir pisang pada kotak karton per 15 kg (3-5 sisir ukuran besar atau 6-9 sisir ukuran kecil)
  6. Penyemprotan fungisida Al2(SO4)3 (120 ml/15 kg pisang)
  7. Pengepakan pada container
Pengemasan 
Buah hasil panen untuk pisang tropis, kardus karton yang digunakan berukuran bisa berukuran 18 kg atau 12 kg. Kardus dapat dibagi menjadi dua ruang atau dibiarkan tanpa pembagian ruang. Sebelum pisang dimasukkan, bagian bawah di beri alas dan sisi dalam kardus dengan  lembaran plastik/kantung plastik. Setelah pisang disusun tutup pisang dengan plastik tersebut. 
Pada bagian luar dari kemasan, diberi label yang bertuliskan antara lain:
  • Produksi Indonesia
  • Nama kultivar pisang
  • Nama perusahaan/ekspotir
  • Berat bersih
  • Berat kotor
  • Identitas pembeli
  • Tanggal panen
  • Saran suhu penyimpanan/pengangkutan
Buah pisang siap diangkut dan di kirim ketempat pemasaran seperti ke pasar modern, supermarket dan swalayan,dalam budidaya tanaman pisang memang hal yang harus di lakukan adalah ketlatenan,kesabaran ulet,dan selalu memperhatikan kondisi lahan dan tanaman tersebut dalam hal ini kami ingin mengucapkan selamat mencoba mudah-mudahan apa yang kami bagikan di sini bisa bermanfaat bagi semua