Jajar Legowo (4:1) Cara Efektif Menghemat Pengunaan Pupuk Tanaman Padi

Posted on
Jajar Legowo (4:1) Cara Efektif Menghemat Pengunaan Pupuk Tanaman Padi
5 (100%) 1 vote

Jajar Legowo (4:1) Cara Efektif Menghemat Pengunaan Pupuk Tanaman Padi

Jajar Legowo (4:1) Cara Efektif Menghemat Pengunaan Pupuk Tanaman Padi – Jajar Legowo (4:1) merupakan Sistem Pertanaman padi sawah yang memiliki beberapa barisan tanaman kemudian diselingi oleh 1 baris kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir ½ kali jarak tanaman pada baris tengah.  Jajar legowo 4 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 4 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong disetiap baris pinggir mempunyai jarak tanam >2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Dengan Jarak tanam legowo 4 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong) dengan jumlah populasi per hektar dapat mencapai 400.000 bibit/hektar.

Keuntungan sistem tanam Jajar Legowo 4: 1 meliputi; Dimana semua barisan rumpun tanaman berada di bagian pinggir untuk menghasilkan produktiftas gabah tertinggi,memudahkan dalam mengendalikan pertumbuhan gulma dan Hama Penyakit, Terdapat ruang kosong yang berfungsi untuk pengaturan air, saluran pengumpul keong emas dan lebih Mengefisienkan dalam Penggunaan Pupuk.

Jajar Legowo (4:1) Cara Efektif Menghemat Pengunaan Pupuk Tanaman Padi

Seperti kita ketahui bersama salah satu keuntungan dalam mengunakan sistem tanam jajar legowo lebih efektif dan efisien dalam menghemat pengunaan pupuk. Hal ini karena dengan sistem tanam jajar legowo lebih banyak dan efektif dalam memanfaatkan sinar matahari yang berada pada bagian pinggir barisan Semakin banyak sinar matahari yang mengenai tanaman,maka proses fotosintesis oleh daun tanaman akan semakin tinggi sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih hemat.

Baca Juga :   Panduan Teknis Budidaya Padi Tanpa Olah Tanah (TOT) Di Lahan Persawahan

Budidaya Padi Sistem Jajar Legowo (4:1)

Adapun budidaya padi sistem jajar legowo (4:1) diantaranya yaitu:

Syarat Tumbuh

Seperti kita ketahui bersama bahwa tanaman padi memerlukan Kesesuaian Lingkungan untuk proses pertumbuhan agar lebih maksimal. Tanaman padi membutuhkan Intensitas rata-rata curah hujan 1500-2000 mm/tahun dengan ketinggian optimal 0-1500 m dpl dan temperatur optimal mencapai 22-27 °C.

Mengingikan sinar matahari cukup yang dipergunakan dalam Proses penyerbukan dan pembuahan dan tidak adanya naungan. Memiliki ketebalan tanah 18-22 cm dengan ketersediaan jumlah air cukup banyak, hindari tanah berbatu dan kesesuaian derajat keasaman tanah mulai 4,0-7,0.

Penentuan Varietas Unggul

Benih padi yang unggul dan berkualitas menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman padi.  Terdapat jenis –jenis varietas padi unggul dan mampu beradaptasi di lingkungan untuk baik dengan produktifitas tinggi antara lain varietas Mekongga, Mira 1, Batang Gadis, Ciherang, Cigeulis, Ciliwung, Cibogo dan Bondoyudo. Sahabat dapat membeli dikios-kios pertanian terdekat.

Pengolahan Lahan

Tahapan olah lahan dapat dimulai dengan membersihkan saluran air,sisa jerami dan rumput liar di lokasi tanam. Perbaiki sejumlah pematang dengan cangkul dan dilanjutkan dengan kegiatan pembajakan pertama di awal musim dan dibiarkan 2-3 hari, kemudian diikuti bajakan kedua (2) disusul oleh pembajakan ketiga (3) 3-5 hari saat menjelang tanam.

Ratakan permukaan tanah sawah dengan cara menggaru dan membersihkan lahan dari gulma sekaligus memperbaiki pematang dan saluran air, kemudian lakukan pembajakan tanah sebanyak dua kali pada kedalaman 25-30 .

Penanaman Jajar Legowo (4:1)

Sebelum penanaman padi terlebih dahulu dilakukan pembuatan baris tanam dengan dimulai mempersiapkan alat garis tanam dengan ukuran jarak ditentukan, dengan jarak tanam 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong) dengan jumlah populasi per hektar dapat mencapai 400.000 bibit/hektar.

Baca Juga :   Cari Tahu: Beda, Pupuk Kompos Dan Pupuk Kandang

Lahan sawah ditanami 1-2 hari sebelumnya dilakukan pembuangan air,sehingga lahan dalam keadaan setengah basah (macak-macak). Ratakan permukaan lahan sawah dalam memudahkan dalam pembentukan garis tanam yang lurus dan jelas dengan cara menarik alat garis tanam yang dipersiapkan dengan dibantu tali yang dibentang dari ujung ke ujung. Penanaman bibit padi dimulai dengan mengambil bibit padi dari bidang persemaian yang telah berumur 21-25 hari,selanjutnya tanam bibit padi 1-3 bibit/lubang tanam pada perpotongan garis yang telah terbentuk.

Pemupukan

Tahapan Pemupukan dengan memberikan pupuk jenis anorganik jenis Urea,SP-36 dan Kcl yang masing-masing berjumlah 300 -175 – 50 kg/hektar, pada saat Umur tanaman memasuki 3-4 minggu dan 6-8 minggu setelah tanam dengan cara di tabur.

Posisi orang yang melakukan pemupukan berada pada barisan kosong di antara 2 barisan legowo. Pupuk ditabur ke kiri dan ke kanan dengan merata, sehingga 1 kali jalan dapat melalukan pemupukan 2 barisan legowo.

Penyiangan Gulma

Dapat dilakukan dengan tangan atau menggunakan alat seperti landak atau gasrok. Apabila penyiangan dilakukan dengan alat siang, cukup dilakukan ke satu arah sejajar legowo. Sisa gulma yang tidak tersiang dengan alat siang di tengah barisan legowo bisa di siang dengan tangan.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Pada pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan alat semprot atau handsprayer, posisi orang berada pada barisan kosong di antara 2 barisan legowo. Penyemprotan diarahkan ke kiri dan ke kanan dengan merata, sehingga 1 kali jalan dapat melakukan penyemprotan 2 barisan legowo.

Panen Dan Pasca Panen

Panen padi siap dilakukan ketika bulir padi  hampir keseluruhan telah menguning atau 33-36 hari setelah padi berbunga tergantung dengan jenis varietas padi yang ditanam. Cara panen dapat dilakukan secara manual dengan mengunakan sabit dengan cara memotong pangkal batang atau mengunakan mesin reaper harvester yang hanya dilakukan dalam 6 jam/hektar.

Baca Juga :   Pemupukan Padi Berimbang Dan Metode BWD Cara Efektif Penggunaan Pupuk

Pasca Panen

Tahapan panen padi dilakukan dimulai perontokan bisa dilakukan dengan cara cukup di injak-injak,dihempas atau mengunakan mesin perontok untuk lebih mengefisienkan waktu dan tenaga kerja.

Lakukan pembersihan gabah dengan cara diayak atau dengan mesin blower manual,kemudian lakukan penjemuran gabah selama 3-4 hari selama 3-4 jam/hari sampai gabah mencapai kadar air 14 %,penjemuran dapat dilakukan lantai semen atau terpal atau bisa juga mengunakan mesin pengering.

Tahapan akhir adalah penyimpanan sejumlah gabah dan simpan ditempat yang kering dan beralas untuk kemudian dijadikan beras dengan mengunakan mesin huller dan siap untuk dijual.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Jajar Legowo (4:1) Cara Efektif Menghemat Pengunaan Pupuk Tanaman Padi dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: