Inilah Cara Benar, Meningkatkan Hasil Panen Cabe Jawa ( P. retrofractum Vahl )

Posted on
Inilah Cara Benar, Meningkatkan Hasil Panen Cabe Jawa ( P. retrofractum Vahl )
5 (100%) 1 vote

Inilah Cara Benar, Meningkatkan Hasil Panen Cabe Jawa ( P. retrofractum Vahl )

Inilah Cara Benar, Meningkatkan Hasil Panen Cabe Jawa ( P. retrofractum Vahl ) – Cabe Jawa adalah jenis tanaman obat atau jamu bernilai ekonomis tinggi untuk dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia. Cabe jawa atau jabe jamu sejatinya adalah tanaman Tropis asli Indonesia yang telah lama dimanfaatkan dan berkhasiat sebagai tanaman obat tradisional yang ampuh dan mujarap.

Tidak hanya itu pemanfaatan cabe jawa semakin meluas dan bernilai tinggi, setelah menjadi bagian campuran sebagai bumbu masak. harga cukup fantastis serta bervariatif untuk 1 kg/buah kering mencapai harga Rp.100.000-150.000/kg.

Inilah Cara Benar, Meningkatkan Hasil Panen Cabe Jawa ( P. retrofractum Vahl )

Panen Cabe Jawa

Tanaman cabe jawa akan mulai berbuah setelah berumur ± 2 tahun dan pembuahan berlangsung terus menerus sepanjang tahun, sehingga panen dilakukan secara berkala dan kontinyu. Panen buah cabe jawa cukup dengan dipetik untuk buah yang telah matang fisiologis berwarna hijau kekuning-kuningan,hingga kemerah-merahan.

Cara Meningkatkan Hasil Panen Cabe Jawa

Hasil panen berlimpah tentu menjadi dambaan setiap petani,setiap tanaman membutuhkan perlakuan untuk tumbuh subur serta berbuah,nilai plusnya mengikuti proses yaitu hasil panen meningkat serta berlimpah. Terdapat beberapa komponen untuk mencapai hal tersebut dimulai dari; penentuan bibit indukan berkualitas serta unggul,pengadaan bahan tanam,sistem tanam polikultur,perawatan tanaman,pemupukan dan pengendalian HPT.

Baca Juga :   Panduan Teknis Budidaya Manggis Sebagai “Queen Of Fruits” Hortikultura

Pemilihan Bibit Indukan Berkualitas

Bibit yang unggul lagi berkualitas sangat menentukan keberhasilan dalam pembudidayaan cabe jawa dimasa depan. Oleh karena itu,terdapat beberapa kriteria pemilihan bibit indukan unggul antara lain; bibit berasal dari pohon indukan yang sehat dan tidak terserang hama dan penyakit,memiliki sistem percabangan yang rimbun dengan daun yang masih “fress” berwarna hijau mengkilap, memiliki produktivitas hasil buah cukup tinggi ≥ 6.000 gr buah segar atau ≥ 2.000 gr buah kering/ ph/th.

Pengadaaan Bahan Tanam

Baiknya mengunakan bahan tanam berasal dari perbanyakan vegetatif yaitu stek. Cara ini umum digunakan petani karena memiliki beberapa keunggulan antara lain; 80% memiliki kemiripan dengan indukannya dan masa panen relatif singkat.

  • Perbanyakan cabe jawa dengan cara stek dapat dimulai dengan cara mengambil bahan stek yang berasal dari sulur tanah (sulur cacing) dan sulur bertapak sepanjang 50-60 cm.
  • Selanjutnya siapkan polibeg berisi media berkomposisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1,sebelum dilakukan penanaman bibit stek ke polibeg terlebih dahulu,terlebih dahulu lakukan perendaman bibit stek pada larutan Rhizopon AA (0,10%) dan gula 2% selama 4 jam atau bisa juga, mengunakan larutan air kelapa selama 12 jam.
  • Susun dan letakan polibeg dibawah naungan beratapkan pelepah kering atau paranet, selama ± 2-3 bulan sebelum bibit siap untuk ditanam di lapangan.

Sistem Tanam Polikultur

Pola tanam polikultur dapat memberikan beberapa keuntungan antara lain; meningkatkan efektifitas lahan, waktu dan energi surya, terdapat tanaman sela yang berfungsi sebagai sumber pendapatan sebelum cabe jawa berproduksi, memperkecil biaya pemeliharaan khususnya pemupukan dan pengendalian HPT.

Pola tanam polikultur berbasis tanaman cabe jawa dapat berbentuk antara lain;

  • Tanaman campuran (mixed cropping) dengan tanaman pepohonan rendah seperti kopi, kakao, pisang, pepaya dan sebagainya.
  • Cabe jawa menjadi tanaman sela (intercrop) di bawah pepohonan seperti ; kelapa dan buah-buahan,
  • Tumpang sari (intercropping) dengan tanaman obat lainnya, padi, palawija, atsiri atau tanaman semusim lainnya.
Baca Juga :   Budidaya Apel Malang Secara Baik Dan Benar Untuk Pemula

Perawatan Tanaman

Dimulai dengan kegiatan Penyulaman yang segera dilakukan setiap saat, bila diketahui ada tanaman mati atau memiliki tumbuh abnormal (cacat atau kerdil) untuk menseragamkan waktu tumbuh dan waktu panen nantinya. Kontrol pertumbuhan gulma sebagai pesaing cabe jawa dalam mendapatkan unsur hara tanah,cukup dengan cara mencabut rumput yang tumbuh disekitaran bibit cabe.

Lakukan kegiatan pemangkasan tiang panjat disetiap awal musim hujan dipangkas pada ketinggian 2,5 meter dari pangkal batang agar 50-75% untuk menjaga kebun tidak terlalu lembab. Tahapan berikutnya mengikat dengan tali rafia sulur cabe jawa yang mulai panjang  pada pohon pohon penegak.

Pemupukan

Bertujuan untuk memberikan sejumlah unsur hara ke tanah yang dimanfaatkan tanaman dalam memaksimalkan pertumbuhan dan berbuah. Pemupukan baiknya dilakukan di awal musim penghujan diberikan 2 kali/tahun dengan memberikan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik (kimiawi). Pemupukan pertama diberikan dengan dosis Urea 100 gr, SP-36 150 gr, Kcl 100 gr KCl dan 5 kg pupuk kandang. Pemupukan kedua dosis Urea 150 gr, SP-36 200 gr, Kcl 150 gr KCl dan 5 kg pupuk kandang yang diberikan dalam alur sedalam ± 10 cm pada batas guludan kiri dan kanan tanaman cabe jawa.

Pengendalian Hama Penyakit Tanaman

Adapun pengendalian hama penyakit tanaman yaitu:

Kutu Penghisap Toxoptera aurantii Boyes

disebabkan oleh kutu pengisap dari golongan aphids (Aphidoidea) yang memiliki ciri stadia nimfa dan dewasa semua berwarna hitam. Merusak pada bagian daun dan pucuk dengan cara mengisap cairan pucuk dan tunas tanaman,sehingga daun terserang akan terlihat keriting, menguning dan akhirnya hitam dan gugur.

Hama ini berperan sebagai vektor (pembawa) sejumlah virus,maka keberadaan kutu tersebut perlu diwaspadai dan dikendalikan. Pengendalian jenis hama ini dengan mengunakan musuh alami bersifat predator dari famili Coccinalidae dan Chrysopha. Keberadaan jenis predator ini begitu banyak ,asalkan pengunaan pestisida tidak berlebihan dan umumnya sangat rentan terhadap pestisida

Baca Juga :   Hama Dan Penyakit Tanaman Duku (Indetifikasi Serta Teknis Pengendalian)

Busuk Pangkal Batang (BPB)

Penyakit ini disebakan oleh jamur Phytophthora capsici  yang menimbulkan gejala layu tanaman. BPB disebut penyakit layu cepat (quick wilt/quick decline) karena menyebabkan tanaman layu secara cepat (mendadak).

Pengendalian jenis penyakit ini dengan cara menerapkan sistem pengolahan tanah yang baik, mempergunakan bibit tanaman yang sehat serta bebas patogen, mengatur jarak tanam sesuai rekomendasi. Lakukan pengendalian hayati dengan ekstrak bahan organik (daun nimba) dilakukan 2 kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Inilah Cara Benar, Meningkatkan Hasil Panen Cabe Jawa ( P. retrofractum Vahl ) dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: