Cara Budidaya Cacing Tanah Bagi Pemula

Posted on
Cara Budidaya Cacing Tanah Bagi Pemula
Rate this post
Cacing tanah pada umumnya adalah umpan hidup alami paling populer yang sering kita jumpai di alam,menambah satu segi lagi untuk kegiatan pakan perikanan pribadi,yang sebelumnya kami telah membahas cara budidaya cacing sutra.Hal ini juga dapat memastikan sebagai dibutuhkan pasokan konstan umpan berharga. walaupun cacing tanah di masyarakat di pandang sebelah mata dan menjijikan tetapi memiliki harga jual yang cukup tinggi cacing tanah yang di budidayakan memiliki standar Harga Rp.65.000/kg
 
Persiapan Tempat Budidaya Cacing Tanah
 
Sebelum Anda membeli cacing tanah,sebaiknya menyiapkan ruang untuk hidup mereka. Cacing dapat langsung dibudidayakan di dalam berbagai wadah, seperti bak besar, drum memanjang atau bahkan bekas kolam permanen yang sudah tidak terpakai. Untuk pembuatan kandang permanen peternakan besar yang sering di gunakan biasanya memiliki ukuran 1. 5 x 18 m dan tinggi 0.45 m
 
Dengan bahan papan sisa,kayu kaso,bambu, rumbia. Didalamnya dibuat wadah-wadah tempat untuk pemeliharaan semacam rak-rak bertingkat, Kedalaman tanah direkomendasikan minimal adalah 50 cm / 20 inci. Wadah harus ditempatkan dalam relatif dingin, daerah yang diarsir di mana suhu biasanya tidak akan melebihi 20C / 68F dan memiliki suhu 16-24 °C
 
Persiapan Bibit Calon Induk
 
Persiapan indukan, sebaiknya dibeli langsung dari peternak cacing yang sudah lama menggeluti usaha cacing, hal ini lebih baik untuk hasil yang berlimpah dibandingkan jika mencari sendiri di alam, karena jika kita ambil bibit dari alam biasanya kemampuan berkembang biak kurang bagus dan kadang juga tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru
 
Sistem Perkembangbiakan
 
Jika media pemeliharaan sudah siap dan bibit cacing tanah sudah tersedia, Bibit cacing tanah jangan langsung sekaligus dimasukkan ke dalam media, masukanlah sedikit demi sedikit. Masukan sekitar 50 cacing dewasa per rak Beberapa bibit coba disimpan di atas media, jika bibit masuk ke dalam media hal itu menunjukkan bahwa cacing betah dan nyaman di media tersebut.jika sudah bisa beradaptasi Tambahkan lagi dan cek tiap 3 jam sekali apakah masih ada cacing yang berkeliaran ke luar, kalau cacing malah meninggalkan media atau wadah berarti media yang digunakan harus diganti. Cara mengganti media yaitu dengan cara disiram air, kemudian diperas atau dibuang airnya sampai airnya berwarna bening
 
Untuk mengetahui apakah cacing tanah yang di budidayakan betah terhadap media yang digunakan, Anda bisa memastikannya setelah 12 jam.jika cacing sudah masuk kedalam tanah itu tandanya sudah betah dan bila cacing masih ada yang di atas permukaan mungkin sedang beradaptasi
 
Pupuk kandang yang belum digunakan selama 2 tahun setelah pengomposan tidak dianjurkan untuk persiapan media untuk mengandung sangat sedikit nutrisi yang diperlukan untuk cacing tanah. Menggunakan pupuk kandang ini ketika kompos limbah organik.Kotoran segar sangat dilarang untuk digunakan sebagai makanan untuk cacing tanah, karena dapat mati
 
Pemilihan Bibit Calon Induk
 
Untuk sekala komersial sebaiknya menggunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan jumlah yang besar, tapi untuk skala kecil bisa mencari bibit cacing tanah dari alam, misalnya dari lingkungan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan
 
Pemeliharaan Bibit Calon Induk
 
Dalam pola pemeliharaan terbagi menjadi beberapa cara:
 
Cacing tanah dipelihara dalam jumlah banyak sesuai dengan tempat yang ada, dengan pemilihan Cacing tanah yang muda atau dewasa. Jika wadah berukuran panjang 2.5 m, lebar kurang lebih 1 m, dan tinggi sekitar 0.3 m, maka dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa
 
Pemeliharaan dimulai dari jumlah 50 cacing, dan jika jumlahnya sudah bertambah(berkembang biak), sebaiknya sebagian dipindahkan ke wadah lain
 
Pemeliharaan khusus kokon sampai menjadi anak, setelah dewasa pindahkan ke tempat lain. Pemisahan dapat dilakukan dengan cara membagi 2 media. Setengah media ditinggalkan dan setengah lagi dipindahkan ke wadah yang lain Penyortiran bisa dilakukan setelah kokon menetas
 
Pemeliharaan khusus cacing dewasa untuk bibit
 
Sistem Perkembangbiakan
 
Jika media pemeliharaan sudah siap dan bibit cacing tanah sudah tersedia, maka penebaran siap dilakukan.Bibit cacing tanah jangan langsung sekaligus dimasukkan ke dalam media, melainkan sedikit demi sedikit.Beberapa bibit coba disimpan di atas media, jika bibit masuk ke dalam media hal itu menunjukkan bahwa cacing betah di media tersebut
 
Tambahkan lagi dan cek tiap 3 jam sekali apakah masih ada cacing yang berkeliaran ke luar, kalau cacing malah meninggalkan media atau wadah berarti media yang digunakan harus diganti Cara mengganti media yaitu dengan cara disiram air, kemudian diperas atau dibuang airnya sampai airnya berwarna bening
Untuk mengetahui apakah cacing tanah yang ditanam betah terhadap media yang digunakan, Anda bisa memastikannya setelah 12 jam
 
Sistem Perkawinan
 
Cacing tanah merupakan golongan hewan hermaprodit yang memiliki alat kelamin ganda jantan dan betina dalam satu tubuh.Tapi untuk pembuahan tidak bisa dilakukan sendiri. Sepasang cacing tanah akan menghasilkan satu kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api yang berisi telur-telur. Setiap kokon berisi 2-20 ekor, dan rata-rata 4 ekor
 
Kokon diletakkan di tempat yang lembab, dan dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. 100 ekor cacing tanah dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun
 
Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan dengan ditandai adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan, setelah 7-10 hari perkawinan cacing dewasa akan menghasilkan 1 kokon
 
Pemeliharaan Dan Makan
 
Dalam satu hari satu malam Cacing tanah diberi pakan sekali sesuai berat cacing tanah yang ditanam. Apabila ditanam 1 Kg Cacing tanah, maka pakan diberikan harus 1 Kg.Pakan cacing tanah secara umum berupa kotoran hewan. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan Cacing yang di budidayakan adalah sebagai berikut:
  1. Pakan diberikan harus berupa bubuk atau bubur. Berupa sayur-sayur busuk yang sudah dihancurkan
  2. Ampas tahu lebih baik
  3. Bekas nasi yang sudah ditumbuk
  4. Limbah organic lainnya yang sudah membusuk
  5. Taburkan pakan rata di atas media, tapi tidak menutupi semua permukaan media, kira-kira sekitar 2/3 dari wadah tidak ditaburi pakan
  6. Perbandingan bubur pakan dengan air diberikan 1:1
Untuk 1 kg cacing diberikan pakan 300 gram. Namun untuk awal pembudidayaan berikan secukupnya saja, sebab media yang sudah di siapkan merupa makanan juga bagi cacing. Pakan diberikan setiap 1 x sehari, baiknya sore hari sekitar jam 16.00 sd 18.00
 
Penggantian Media
 
Periksa wadah seminggu sekali untuk kelembaban, lebih sering di cuaca yang lebih hangat, tapi tidak over-air. Jika tanah menjadi terlalu kering, cacing akan bergerak ke arah bagian bawah wadah; jika terlalu basah, cacing akan di permukaan Permukaan wadah harus ditutup dengan dua atau tiga goni ketebalan untuk mempertahankan kelembaban
 
Setiap tiga minggu sampai satu bulan menghapus top 7 sampai 10 cm / 2,5 sampai 4 inci tanah dan campuran dalam setengah cangkir campuran makanan yang Anda digunakan di awal. Dump tanah yang tersisa keluar wadah dan menempatkan tanah, yang telah ditambahkan makanan, di bagian bawah wadah
 
Media yang sudah jadi tanah atau kascing yang sudah dipenuhi banyak telur (kokon) harus segera diganti. Agar cacing cepat berkembang, jadi antara telur, anak dan induk harus dipisahkan pada media berbeda.Penggantian media rata-rata dilakukan dalam waktu 2 Minggu sekali
 
Proses Kelahiran
 
Media untuk sarang terbuat dari: kotoran hewan, batang pisang, dedaunan atau buah-buahan, limbah pasar, limbah rumah tangga, kertas, Koran, kardus, kayu lapuk atau bubur kayu
 
Semua bahan dipotong sepanjang + 2.5 cm. semua bahan diaduk dan ditambah air kecuali kotoran ternak, kemudian diaduk lagi. Selanjutnya bahan campuran dan kotaran ternak dicampurkan menjadi satu dengan perbandingan 70:30 dengan ditambah air secukupnya agar tetap basah.Dan gunakan kapur ajaib dan coretkan di sekitar media untuk mengurangi jumlah semut yang berada di media
 
Hama Dan Penyakit Cacing Tanah
 
Pengendalian terhadap hama perlu dilakukan, karena hal itu akan menentukan keberhasilan beternak Cacing tanah. Hama yang merupakan musuh cacing tanah antara lain: ayam, itik, ular, angsa, burung, kelabang, lipan, semut, kumbang, lalat, tikus, katak, tupai, lintah, kutu dan banyak lagi. Musuh lain yang tidak kalah mengganggu yaitu semut merah yang memakan karbohidrat dan lemak yang terdapat pada pakan, kedua zat tersebut sangat diperlukan untuk penggemukan Cacing tanah. Untuk mencegah serangan semut merah dengan cara wadah pemeliharaan dirambang oleh air
 
Jika tikus menyerang dan mengacak-ngacak media cacing Baiknya media dikondisikan jangan terlalu dekat dengan media tanah. Beri cairan oli/minyak disekitar tiang media. Sehingga tikus harus berenang melewati oli dahulu sebelum menuju media cacing
 
Panen Cacing Tanah
 
Dua hal yang bisa diharapkan dari panen Cacing tanah, yaitu;
 
Kascing atau bekas kotoran cacing sering disebut kascing, kascing bermanfaat sebagai nutrisi terutama tanaman hortikultura. Kascing juga bernilai ekonomis karena dapat dijual di berbagai toko pertanian
 
Dalam tekniknya panen bisa dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan mengunakan alat penerangan lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah akan berkumpul di bagian atas media karena sangat sensitif dengan cahaya. Anda tinggal memisahkan antara cacing dan media.Cara kedua dengan membalikan sarang, cacing biasanya berkumpul maka mudah memisahkan antara Cacing tanah dengan media
 
Jika terdapat kokon atau kumpulan terlur pada saat panen, maka kembalikan sarang pada wadah semula dan diberi pakan selama 30 hari. Telur akan menetas dan cacing tanah bisa dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen
 
Dibutuhkan cacing tanah Staratel 24 jam untuk memproses beratnya sendiri kompos. Cacing tanah hidup 10-16 tahun. Sebuah Staratel cacing tanah menghasilkan 1.500 spesies setahun. Suhu bekerja berkisar + 9 + 32O С,Membeli 1500-3000 cacing tanah dan mengubur mereka ke tempat tidur, itu sudah cukup untuk menghasilkan kascing untuk pemupukan plot 3-4 ha lahan dalam waktu satu tahun
 
Di musim hangat 150 g cacing tanah (750 cacing tanah) menghasilkan sekitar 1 ton kascing. Populasi 1500-cacing tanah bekerja di 2-3 sq.m. kompos akan menyediakan Anda dengan 2 ton pupuk berkualitas tinggi