Cara Budidaya Bawang Putih Step By Step

Posted on
Cara Budidaya Bawang Putih Step By Step
Rate this post
Bawang puting merupakan bahan pangan yang banyak di butuhkan oleh orang-orang di seluruh dunia,terutama dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap olahan makanan,untuk membudidayakan bawang putih sebenarnya tidak terlalu sulit cara pengolahanya hampir sama seperti bawang merah.bagi kalian yang ingin membudidayaka bawang merah bisa baca di belajar cara budidaya bawang merah.Mengetahui kapan harus menanam bawang putih penting untuk membantu Anda mendapatkan hasil panen terbaik. Bawang putih biar menghasilkan hasil panen terbaik sebaiknya ditanam antara bulan November dan April berikut penjelasan detaillnya cara menanam bawang putih
Pembibitan
Keberhasilan dalam usaha tani bawang putih sangat ditunjang oleh faktor bibit ,biar produksi menghasilkan kualitas terbaik tergantung dari mutu bibit yang digunakan. Umbi yang digunakan sebagai bibit harus bermutu tinggi, yang di maksut mutu tinggi yaitu tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat, serta bebas dari hama dan patogen.
Persyaratan Benih
Bibit/benih bawang putih yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Bebas hama dan penyakit
  2. Pangkal batang berisi penuh dan keras
  3. Siung besar
  4. Besar siung untuk bibit 1,5 sampai 3 gram
  5. Benih bawang putih berasal dari pembiakan generatif dengan umbinya
Penyiapan Benih 
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri.dan tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali. Dengan kultur jaringan dapat diperoleh perbanyakan mikro/produksi tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat
Umbi bawang putih dapat diperoleh di took-toko penjual bibit. Atau umbi bibit juga dapat diperoleh dari hasil panen sebelumnya yang telah dipersiapkan untuk di jadikan bibit Penyimpanan bibit pada umumnya dilakukan oleh petani di para-para dan digantung dengan cara pengasapan yang di bawahnya ada pawon(tunku). Cara ini yang biasa di pake oleh petani karena praktis. tetapi merubah warna umbi bibit menjadi kecoklat-coklatan dan memiliki penampilan yang kurang menarik
Cara penyimpanan umbi bibit ini terdiri dari penyimpanan alami, penyimpanan di ruangan berventilasi dan penyimpanan pada suhu dingin.Untuk bibit, umbi tersebut disimpan dahulu selama 3 bulan, setelah itu, kulit pembalut umbi bawang putih dikupas, lalu siungnya dipotong, jika nampak titik berwarna hijau maka bibit siap tanam
Pengolahan Lahan
Penanaman bawang putih yang kami bahas ini akan dilakukan di daerah persawahan yaitu setelah panen padi. Pengolahan lahan bertujuan menyiapkan kondisi tanah sesuai dengan yang diinginkan. Seperti pada penanaman lainya pengolahan tanah meliputi kegiatan penggemburan (dicangkul/dibajak), pembuatan bedengan dengan saluran air, pengapuran (untuk tanah asam) dan pemberian pupuk dasar. Dan tanah yang asam sebaiknya dinetralkan sebulan sebelum tanam. Bila pH’nya kurang dari 6, dosis kapurnya sekitar 1-2 ton/hektar
Jumlah bibit yang diperlukan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:pola tanam,jarak tanam,permukaan lahan dan ukuran umbi bibit.Persiapan untuk umbi bibit bawang putih meliputi jarak, apabila jarak tanam 20 x 20 cm jumlah bibit yang di butuhkan yaitu:

200.000-250.000 siung/200 kg siung

Jarak tanam 20 x 15 cm jumlah kebutuhan bibit antara

240.000-300.000 siung/sekitar 240 kg siung

Dan untuk jarak tanam 20 x 10 cm jumlah kebutuhan bibitnya adalah antara 400.000-500.000 siung/sekitar 400 kg siung. Jumlah bibit akan menentukan volume produksi

Pembukaan Lahan
Lahan yang akan ditanami apabila bekas panen pada sawah masih ada maka perlu dibersihkan. tanah harus dibajak/dicangkul hingga benar-benar gembur. Setelah itu lahan dibiarkan selama kurang lebih 1 minggu sampai bongkahan tanah tersebut menjadi kering, selanjutnya bongkahan tanah tersebut dihancurkan dan diratakan kemudian dibiarkan beberapa hari, lakukan lagi pembajakan untuk yang kedua kalinya. Dengan cara seperti ini bongkahan tanah akan hancur lebih halus lagi
Pembuatan Bedengan
Pembuatan bedengan dilakukan dengan menggali tanah untuk saluran air, lebar dan dalam 40 cm. Tanah galian tersebut diletakkan di samping kiri dan kanan saluran.dan lebar bedengan buat 80 cm dengan panjang 300 cm atau sesuai dengan lahan masing-masing dan tinggi 40 cm. Tinggi bedengan dibuat berdasarkan keadaan tanah lokasi. Kalau tanahnya agak berat, bedengan perlu sedikit ditinggikan. Apabila tanahnya berpasir, bedengan tidak perlu terlalu tinggi
Pengapuran
Keasaman tanah yang ideal untuk budidaya bawang putih mempunyai pH 6-6,8. Jika keasaman tanah masih normal, pH nya berkisar 5,5-7,5, belum merupakan masalah. Yang menjadi masalah adalah apabila keasaman tinggi, pH nya rendah. Untuk menurunkan tingkat keasaman tanah, menaikkan pH, perlu dilakukan pengapuran
Waktu pemberian kapur yang baik yaitu pada saat akhir musim kemarau menjelang musim hujan. Pemberian kapur ke dalam tanah dilakukan 2-4 minggu sebelum tanaman ditanam. Selain itu, faktor cuaca juga perlu diperhatikan pada saat pemberian kapur
Lahan yang akan dikapur harus dibersihkan dari gulma,rumput pengganggu. Setelah bersih, tanah dicangkul secara keseluruhan. Apabila lahan cukup luas, sebaiknya dibagi menjadi beberapa petak untuk mempermudah pemberian kapur dan agar kapur yang diberikan merata ke seluruh lahan. Pemberian kapur dilakukan dengan cara ditabur, seperti memupuk padi. Setelah ditaburi kapur secara merata, tanah dicangkul lagi agar kapur bercampur dengan tanah. Selanjutnya, tanah dibiarkan selama 2-3 minggu,lalu diolah lagi untuk ditanami. Pengapuran dilakukan secara bertahap agar kondisi lahan tidak rusak. Adapun kebutuhan Dolomit untuk menetralkan tanah adalah sebagai berikut:
  1. pH tanah 4,0 = 10,24 ton/hektar
  2. pH tanah 4,5 = 7,87 ton/hektar
  3. pH tanah 5,0 = 5,49 ton/hektar
  4. pH tanah 5,5 = 3,12 ton/hektar
  5. pH tanah 6,0 = 0,75 ton/hektar
Pemberian Pupuk Dasar .Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang, Urea, TSP dan ZK. Pupuk kandang di berikan sebanyak 20 ton /hektar. Pemberian pupuk dasar tidak perlu terlalu dalam, cukup disebar di atas bedengan kemudian dicampur dengan tanah atau dibenamkan ke dalam larikan yang dibuat disamping barisan tanaman
Pemberian Jerami Sebagai Mulsa
Untuk mempertahankan kondisi tanah setelah penanaman, bedengan ditutup dengan jerami secara merata. Penutupan dengan jerami di berikan jangan terlalu tebal, karena dapat mempersulit bibit yang baru tumbuh untuk menembus keluar. Pemberian Jerami selain untuk mempertahankan kondisi tanah, juga dapat untuk mempertahankan suhu,kelembaban permukaan dan memperbaiki struktur tanah
Penentuan Pola Tanam
Penanaman bawang putih dapat dilakukan satu atau dua kali setahun dengan mengadakan penyesuaian varietas. Pola tanam bawang putih dalam setahun dapat dirotasikan sebagai berikut:

Bawang putih – sayuran – bawang puti  

Bawang putih – sayuran tumpang sari palawija – bawang putih  

Bawang putih – tumpang sari palawija atau sayuran 

Penggunaan jarak tanam yang sesuai dapat meningkatkan hasil umbi per hektar. Jarak tanam yang terlalu rapat akan menghasilkan umbi yang kecil walaupun hasil per satuan luas meningkat. Jarak tanam yang digunakan dapat bervariasi menurut kebutuhan yang paling menguntungkan, tetapi yang biasa digunakan adalah (15 x 10) cm
Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan tugal atau alat lain. Kedalaman lubang untuk penanaman bawang putih adalah 3-4 cm (setinggi ukuran siung bibit). Setelah lubang tanam terbentuk, umbi bibit siap ditanam.
Pembibitan
Kualitas bibit merupakan faktor penentu hasil tanaman. Tanaman yang dipergunakan sebagai bibit harus cukup tua. Yaitu berkisar antara 70-80 hari setelah tanam. Bibit kualitas baik adalah berukuran sedang, sehat, keras dan permukaan kulit luarnya licin/ mengkilap. Cara penyimpanan yang baik dan biasa dilakukan oleh petani adalah dengan menyimpan diatas para-para dapur atau disimpan di gudang
Cara Penanaman
Sehari sebelum ditanam, bibit bawang putih yang masih berupa umbi dipipil/dipecah satu per satu sehingga menjadi beberapa siung. Agar lebih mudah memecahkan umbi dan menghindari terkelupasnya kulit siung, sebaiknya umbi dijemur selama beberapa jam. Bibit siung tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam di atas bedengan. Lubang tanam jangan dibuat terlalu dalam supaya bibit tidak terbenam seluruhnya.
Jika bibit terlalu dalam ditanam atau terbenam seluruhnya ke dalam tanah, tunas barunya akan sukar tumbuh dan dapat terjadi pembusukan bibit. Sebaliknya, lubang tanam juga jangan dibuat terlalu dangkal karena nantinya tanaman akan mudah rebah. Setiap lubang ditanam satu bibit dan diusahakan agar 2/3 bagian yang terbenam ke dalam tanah dengan posisi tegak lurus. Posisi siung jangan sampai terbalik, sebab walau masih dapat rumbuh, tetapi pertumbuhannya tidak sempurna
Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman
Bawang yang ditanam kadang-kadang tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dalam suatu lahan ada tanaman yang tidak tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh lalu mati, dan ada yang pertumbuhannya tidak sempurna. Jika keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang dikehendaki tidak tercapai
Oleh sebab itu, untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam, seminggu setelah tanam dilakukan penyulaman terhadap bibit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya tampak tidak sempurna. Biasanya untuk penyualaman dipersiapkan bibit yang ditanam di sekitar tanaman pokok atau disiapkan di tempat khusus. Persiapan bibit cadangan ini dilakukan bersamaan dengan penanaman tanaman pokok
Penyiangan
Pada penanaman bawang putih, penyiangan dan penggemburan dapat dilakukan dua kali atau lebih. Hal ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan selama satu musim tanam. Penyiangan dan penggemburan yang pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 3-2 minggu setelah tanam
Adapun penyiangan berikutnya dilaksanakan pada umur 4-5 minggu setelah tanam. Apabila gulma masih leluasa tumbuh, perlu disiang lagi. Pada saat umbi mulai terbentuk, penyiangan dan penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan umbi baru
Pembubunan
Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan/ parit di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri kuat dan ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih besar-besar
Ciri dan Umur Panen
Bawang putih yang akan dipanen harus mencapai cukup umur. Tergantung pada varietas dan daerah, umur panen biasanya setelah mencapai 90 120 hari. Ciri bawang putih yang siap panen adalah sekitar 50% daun telah menguning/kering dan tangkai batang keras
Cara Panen
Bawang putih didaratan rendah lebih pendek umur panenya biasanya 80 – 100 hari tergantung kesuburan tanaman dilokasi. Ciri tanaman bawang putih siap dipanen, daun tanaman 50% telah menguning atau kering dan tangkai batangnya sudah keras. Cara panen dapat dilakukan dengan pencabutan langsung pada tanah yang ringan dan pencukilan dilakukan pada tanah bertekstur keras. Hasil tanaman diikat sebanyak 30 tangkai tiap ikat dan dijemur selama 1 – 2 minggu
Periode Panen
Tanaman bawang putih dapat dipanen setelah berumur 95-125 hari untuk varietas lumbu hijau dan umur antara 85-100 hari untuk varietas lumbu kuning. Setelah pemanenan, lahan dapat ditanami kembali setelah dibiarkan selama beberapa minggu dan diolah terlebih dahulu atau dapat pula ditanami tanaman lainnya untuk melakukan rotasi tanaman.Setelah dipanen dilakukan pengumpulan dengan cara mengikat batang bawang putih menjadi ikatan-ikatan kecil dan diletakkan di atas anyaman daun kelapa sambil dikeringkan untuk menjaga dari kerusakan dan supaya mutunya tetap terjaga
Penyortiran dan Penggolongan
Sortasi dilakukan untuk mengelompokkan umbi-umbi bawang putih menurut ukuran dan mutunya. Sebelum dilakukan penyortiran, umbi-umbi yang sudah kering dibersihkan. Akar dan daunnnya dipotong hingga hanya tersisa pangkal batang semu sepanjang ± 2 cm. Ukuran atau kriteria sortasi umbi bawang putih adalah :
  1. Keseragaman warna menurut jenis
  2. Ketuaan/umur umbi
  3. Tingkat kekeringan
  4. Kekompakan susunan siung.
  5. Bebas hama dan penyakit.f) bentuk umbi (bulat atau lonjong)
  6. Ukuran besar-kecilnya umbi
Penyimpanan
Dalam jumlah kecil, bawang putih biasanya disimpan dengan cara digantung dan di ikatan-ikat di atas para-para. Setiap ikatan beratnya 2 kg,Pengasapan merupakan cara pengawetan yang cukup baik. Billa bawang putih hasilnya dalam jumlah besar, bisa disimpan di dalam gudang. Gudang yang akan digunakan harus mempunyai ventilasi udara agar bisa terjaga kelembaban udara yang baik. Suhu ruangan yang diperlukan antara 25-30oC. Jika suhu ruangan terlalu tinggi, akan terjadi proses pertunasan yang cepat. Kelembaban ruangan yang baik adalah 60-70 prosen
Pengemasan dan Pengangkutan
Untuk memudahkan pengangkutan bawang putih dimasukkan ke dalam karung waring . Alat pengangkutan bisa gerobak, becak, sepeda atau kendaraan bermotor dan bawang putih hasil panen’nya siap di pasarkan.selamat mencoba semoga sukses^_^