Budidaya Padi (Oryza sativa) Sebagai 5 Tanaman Pokok Terpenting Dunia

Budidaya Padi (Oryza sativa) Sebagai 5 Tanaman Pokok Terpenting Dunia
5 (100%) 2 votes

Budidaya Padi (Oryza sativa) Sebagai 5 Tanaman Pokok Terpenting Dunia

Budidaya Padi (Oryza sativa) Sebagai 5 Tanaman Pokok Terpenting Dunia – Tanaman Padi Seperti kita ketahui bersama bahwa tanaman padi adalah jenis tanaman penghasil beras sebagai makan pokok orang Indonesia. Padi tergolong jenis Tanaman Pangan berupa rumput-rumputan sebagai tanaman terpenting ke-5 (lima) setelah jagung,sejarah mencatat bahwa padi masuk sebagai tanaman kuno yang sudah ada 100-800 SM di Hastinapura Uttar Pradesh,India.

Kendala Utama Pembudidayaan Tanamaan Padi di Indonesia adalah belum mampunya memenuhi kebutuhan permintaan akan beras di dalam negeri,sehingga seperti ketahui bersama bahwa harga besar mahal di tengah penduduknya mayoritas petani. Miris tapi itu adalah realita kita bersama dan harus kita pecahkan,tentu ada yang salah dalam Intensifikasi pembudidayaan tanaman padi di tingkat petani. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya mencoba memberikan informasi, tentang cara budidaya tanaman padi secara baik dan benar,sehingga sahabat pertanian bisa mengambil informasi dan menjadi bahan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

Budidaya Padi (Oryza sativa) Sebagai 5 Tanaman Pokok Terpenting Dunia

Budidaya Tanaman Padi

Adapun budidaya tanaman padi yang diantaranya yaitu:

Kesesuaian Lahan Tumbuh

Tanaman padi tumbuh baik dengan iklim Tropis dan Subtropis dengan rata-rata curah hujan mencapai 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun dengan ketinggian optimal mencapai 0-1500 m dpl dan temperatur optimal mencapai 22-27 °C.  Dalam pertumbuhannya tanaman padi memerlukan sinar matahari yang cukup yang dipergunakan dalam proses penyerbukan dan pembuahan dan dengan tanpa adanya naungan.

Media Tanam untuk jenis padi Gogo menginginkan lahan tanam kaya akan humus, struktur tanah remah dengan jenis tanah berliat, berdebu halus dan berlempung. Memiliki ketebalan tanah 20-25 cm dengan ketersediaan jumlah air cukup banyak, hindari tanah berbatu dan kesesuaian derajat keasaman tanah mulai 4,0-8,0. Lain halnya dengan jenis Padi Sawah yang mengingikan lahan bercocok tanam dengan tekstur tanah berlempung lagi subur dengan ketebalan tanah 18-22 cm dan juga menghendaki keasaman tanah antara pH 4,0-7,0.

Baca Juga :  Referensi Teknis Ternak Kelinci Untuk Pemula

Persiapan Benih

Faktor benih merupakan salah satu bagian terpenting dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam meningkatkan produktifitas hasil yang dimulai dari pemilihan Benih Varietas Unggul dan berkualitas. Tahapan persiapan benih dimulai dengan melakukan kegiatan penyemaian benih dengan cara memasukkan benih ke dalam karung goni,dilanjutkan dengan perendaman ± 1 malam,hal ini bertujuan mendapatkan benih padi dengan pertumbuhan seragam.

Teknik persemaian padi sawah dan padi gogo memiliki perbedaan meliputi; untuk padi sawah disiapkan lahan persemaian 50 hari sebelum semai dengan luas persemaian kira-kira 1/20 dari luasan sawah.  Lahan persemaian dibajak dan digaru untuk dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm.

Sebelum dilakukan kegiatan penyemaian benih terlebih dahulu ditaburi pupuk urea dan SP-36 yang masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi,sedangkan untuk jenis padi gogo benih langsung di tanam di ladang. Persemaian benih padi terhenti apabila benih padi telah mencapai ketinggian 5 cm dan siap untuk dipindahkan untuk ditanam ketika memasuki umur 25-40 hari.

Pengolahan Lahan

Tahapan pengolahan lahan memiliki perbedaan untuk jenis padi dan juga padi gogo,untuk lahan sawah dengan dilakukan dengan membersihkan saluran air,sisa-sisa jerami dan rumput liar di lokasi tanam. Lakukan perbaikan sejumlah pematang dengan cangkul, dilanjutkan dengan kegiatan pembajakan pertama diawal musim dan dibiarkan 2-3 hari, setelah itu diikuti dengan pembajakan kedua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari saat menjelang tanam.

Ratakan permukaan tanah sawah dengan cara menghancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata. Lain halnya dengan padi gogo waktu tepat untuk bercocok tanam jenis padi ini,baik dilakukan musim kemarau atau menjelang musim hujan.

Baca Juga :  Panduan Teknis Budidaya Jeruk (GAP) Good Agricultural Practices

Tahapannya dimulai dengan cukup membersihkan lahan dari gulma dan memperbaiki pematang dan saluran air (drainase). Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembajakan tanah sebanyak dua kali pada kedalaman 25-30 cm dengan cara membalikan komposisi tanah.

Penanaman

Tahapan penanaman bibit untuk jenis padi sawah dimulai ditanam dengan jarak tanam  20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm,hal ini tergantung dari jenis varietas padi yang digunakan, tingkat kesuburan tanah. Padi untuk jumlah anakan banyak membutuhkan jarak tanam lebih lebar dan untuk di daerah pengunungan jarak tanam dibuat lebih rapat 2-3 batang dengan kedalaman 3-4 cm, hal ini karena kecenderungan daerah pengunungan memiliki pertumbuhan sedikit lambat.

Lain halnya,dengan penanaman padi gogo yang umumnya ditanam diawal musim penghujan setelah 2-3 kali,apabila terdapat hujan antara bulan Oktober dan November. Teknik penanaman dengan jarak tanam 20 x 20 cm di kedalaman 3-5 cm yang terlebih dahulu dibuat alur tanam dengan jarak antar aluran 60 cm dan kedalaman 3 cm,kemudian Benih ditaburkan ke dalam aluran.

Pemeliharaan Tanaman

Tahapan pemeliharaan dimulai dengan melakukan penjarangan dan penyulaman padi sawah mati yang dilakukan paling lama 10-14 hari setelah tanam.

Penyiangan. Tahapan penyiangan untuk jenis padi sawah dilakukan dengan mencabut rumput yang dua kali saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan cangkul kecil. Lain halnya

Untuk jenis padi gogo cukup dilakukan secara mekanis dengan cangkul,sabit atau dengan tangan saat memasuki umur tanam 3-4 minggu dan 8 minggu. Kegiatan Pembumbunan dilakukan umumnya bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai.

Pengairan. Dalam penggunaan air di sawah ada beberapa hal perlu yang diketahui antara lain; Jumlah Air haruslah dapat menggenangi sawah dengan merata dan setelah dilakukan tanam, sawah harus dikeringkan 2-3 hari sedikit demi sedikit.

Pemupukan. Tahapan Pemupukan Padi Sawah dengan memberikan pupuk jenis anorganik jenis Urea,SP-36 dan Kcl yang masing-masing berjumlah 300 -175 – 50 kg/hektar dengan pada saat umur tanaman pada memasuki 3-4 minggu dan 6-8 minggu setelah tanam dengan cara disebar. Sedangkan untuk jenis padi gogo diberikan jenis pupuk Urea sebanyak 150-200 kg/ha, 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha yang diberikan saat berumur 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam

Baca Juga :  Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa.L) Serta Panduan Teknis Intensifikasi Lahan

Waktu Penyemprotan. Tahapan berikut dilakukan jika intensitas serangan hama dan penyakit telah melewati batas ambang ekonomis,apabila tidak kendalikan akan berakibat pada kerugian hasil pane,kegiatan penyemprotan pestisida dilakukan saat tanaman memasuki umur tanam 1-2 minggunya.

Panen Dan Pasca Panen

Panen padi siap dilakukan ketika bulir padi  hampir keseluruhan telah menguning atau 33-36 hari setelah padi berbunga. Cara panen dapat dilakukan secara manual dengan mengunakan sabit dengan cara memotong pangkal batang atau mengunakan mesin reaper harvester yang hanya dilakukan dalam 6 jam/hektar.

Pasca Panen

Merupakan tahapan dalam menentukan kualitas padi yang akan akan dijadikan beras siap konsumsi. Tahapan panen padi dilakukan dimulai dengan kegiatan perontokan bisa dilakukan dengan cara cukup di injak-injak,dihempas atau mengunakan mesin perontok untuk lebih mengefisienkan waktu dan tenaga kerja.

Kegiatan berikutnya dengan melakukan kegiatan pembersihan gabah dengan cukup diayak atau dengan mesin blower manual. Kemudian lakukan penjemuran gabah selama 3-4 hari selama 3-4 jam/hari sampai gabah mencapai kadar air 14 %,kegiatan penjemuran dapat dilakukan lantai semen atau terpal atau bisa juga mengunakan mesin pengering.

Tahapan akhir adalah penyimpanan sejumlah gabah dan simpan ditempat yang kering dan beralas untuk kemudian dijadikan beras dengan mengunakan mesin huller dan siap untuk dijual.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Budidaya Padi (Oryza sativa) Sebagai 5 Tanaman Pokok Terpenting Dunia dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga:

 

/* */