Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Seledri Hingga Panen

Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Seledri Hingga Panen
5 (100%) 1 vote

Cara Budidaya Tanaman Seledri, Perawatan, Pengendalian Hama Hingga Panen

Cara Budidaya Tanaman Seledri – Seledri termasuk salah satu jenis sayuran berdaun hijau dan rempah yang di gemari di masyarakat.yang pada dasarnya sering kita makan untuk campuran bahan sup dan berbagai makanan lainnya.Budidaya tanaman seledri dapat dikatakan cukup mudah juga tidak terlalu banyak perawatan, akan tetapi jika tanah yang mau buat budidaya kekurangan natrium, tanaman akan menjadi kerdil dan tidak memiliki nilai jual yang tinggi.jadi untuk menanam seledri diperlukan pupuk kandang sebanyak 20–30 ton/ha ditambah dengan N 300 kg, P 75 kg dan K 250 kg per hektar. untuk memulainya harus memperhatikan cara-caranya, Untuk mengawali budidaya seledri perlu memperhatikan 5 tahapan supaya bisa menghasilkan panen yang berlimpah di antaranya yaitu:

Cara Budidaya Tanaman Seledri

Pengolahan Lahan Budidaya Seledri

Belajar bagaimana cara menumbuhkan tanaman seledri di mulai dari persiapan lahan.Lahan yang ideal adalah tanah yang subur, gembur, mengandung bahan organik, mampu menahan air dan berdrainase baik dengan pH tanah antara 5,5-6,5. Tanah dicangkul sedalam 20-30 cm biarkan selama 15 hari, jika pH tanah kurang dari 6.5 campurkan kapur kalsit atau dolomit dengan tanah olahan, dosis kapur 1-2 ton/ha tergantung pH tanah dan jumlah Alumunium di dalam tanah, pemberian 2-3 minggu sebelum tanam. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, panjang sesuai lahan, dan jarak antar bedengan 50 cm. Bedengan diberi naungan berupa alang-alang atau jerami dengan tinggi 1-1,5 m

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal "Panen Melimpah"

Persemaian

Benih disemai pada bedengan di dalam alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm, sebelum disemai, benih direndam dalam larutan Previcur N dengan konsentrasi 0,1 % selama 2 jam, kemudian tiriskan,dan dikeringkan. Setelah sudah mongering tahap selanjutnya Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab. Untuk menjaga kelembaban, persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh. Setelah bibit tumbuh dapat juga dipindahkan kedalam bumbunan yang terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama

Penanaman

Setelah tanaman mencapai umur 40 hari atau telah berdaun 3-4 helai cabut bibit seledri yang sehat dengan akarnya. Potong sebagian akar, selanjutnya akar direndam kedalam larutan pestisida Benlate atau Derosol pada konsentrasi 50% sekitar 15 menit. Pindahkan bibit pada bedengan yang telah dipersiapkan sebelumnya,penanamandi lahan di anjurkan satu bibit per lobang , dengan Jarak yang memadai antara tanaman akan memungkinkan sirkulasi udara yang baik untuk menjaga tanaman sehat. Disarankan jarak adalah 20-30cm antara tanaman dan 60-80cm antara baris dan padatkan tanah disekitar batang. Siram bedengan sampai lembab

Pemeliharaan Tanaman

Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tidak terlalu becek atau kering

Jika ada tanaman yang mati lakukan penyulaman 7-15 hari setelah tanam. Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, penyiangan berikutnya disesuaikan dengan keadaan gulma masih produktif dengan interval 7 hari satu kali pemberian. Dapat juga diberikan pupuk cair dengan dosis 0,3 ml/m2 yang dimulai pada umur 3 minggu setelah tanam dengan interval 10 hari satu kali

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Budidaya Cacing Tanah Hingga Panen

Pengendalian hama Pengganggu Tumbuhan sledri

Hama utama yang sering menyerang tanaman seledri yaitu seperti: ulat tanah, keong, kutu daun tungau. Hama dapat dihilangkan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan

Penyakit yang sering menyerang tanaman bercak cercospora, bercak septoria, virus aster yellow. Pengendalian dilakukan mulai dari pesemaian hingga panen, Apabila serangan penyakit menghebat perlakuan secara kimia dapat di semprotkan pestisida, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.penyemprotan di berikan menurut petunjuk

Panen dan Pasca Panen

Seledri dapat dipanen setelah mencapai umur 40 sampai dengan 150 hari setelah tanam (tergantung varietas). Daun Saledri dipanen 4-8 hari sekali. Daun Seledri yang di potong ini akan tumbuh tunas kembali. Seledri potong dipanen dengan memotong tanaman pada pangkal batang secara periodik sampai pertumbuhan anakan berkurang. Seledri umbi dipanen dengan memetik daun-daunnya dan dilakukan secara periodik sampai tanaman kurang produktif

Hasil panen Daun Seledri diseleksi dengan cara membuang tangkai Daun Seledri yang cacat atau terserang hama. Untuk membersihkan dari tanah dan residu pestisida, Daun Seledri dicuci dengan air bersih kemudian tiriskan di rak-rak.

Sortasi perlu dilakukan terutama jika Daun Seledri akan dipasarkan di swalayan atau untuk eksport. Sortasi dilakukan berdasarkan ukuran dan jenis yang seragam dan sesuai dengan permintaan pasar.Seledri besar biasanya dipasok ke supermarket, hotel dan resto, sementara seledri kecil ke pasar tradisional.Dan harga seledri besar berkisar Rp 12.000-Rp 20.000 per kilogram (kg). Sedangkan seledri kecil Rp 3.000-Rp 9.000 per kg

Baca Juga :

/* */